Rumah Panti Asuhan Air Majelis (AM) di Jl Lurah RT. 03/03 Kp Cipeuting Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Sumur Baru, Kota Bekasi. (Foto/RDI)
Rumah Panti Asuhan Air Majelis (AM) di Jl Lurah RT. 03/03 Kp Cipeuting Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Sumur Baru, Kota Bekasi. (Foto/RDI)
Selain mengharapkan uluran tangan dari para donatur untuk bisa turut membantu menghadirkan kebutuhan pangan, sandang dan papan dari para Anak-anak yang didominasi usia sekitar 5-10 Tahun itu, para pengasuh anak Yatim-Piatu Air Majelis yang berjumlah sekitar 5 pengasuh itu pun diketahui aktif menjalankan kegiatan mulung/mengepul sampah rongsok disekitar.
Pada kesempatan tersebut, Ketum Prabu Carsa Hamdani yang juga merupakan putera daerah asli Burangkeng mengatakan mengapresiasi dan mensupport penuh inisiatif mulia dari rekan-rekan pengelola maupun pengasuh Rumah Yatim-Piatu Air Majelis yang mau menghadirkan rumah dan kebersamaan bagi para Anak yang telah ditinggal orangtuanya yang merupakan para pengepul/pemulung di TPA sekitar.
“Terlebih yang membuat saya terharu ialah para pengasuhpun menjalankan rumah panti juga dari kegiatan mulung dan aktif sebagai pemulung rongsok. Itu wujud keperdulian dan kemuliaan hati dengan keterbatasan materi dan pondok yang amat sederhana namun tetap dapat memberikan kehidupan yang baik dan layak untuk anak-anak disini,” sambung dia.
Dari informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini, Rumah Panti Asuhan Air Majelis telah berdiri sejak Tahun 2020 dan hingga saat ini memiliki anak asuh hingga mencapai 42 anak dengan mayoritas berusia sekitar 5-10 tahun. Dan dari penjelasan salah satu pengelola yang enggan disebutkan namanya, pihak panti juga dikatakan siap menjemput bantuan bila ada calon donatur yang hendak memberikan bantuan dan tidak dapat hadir langsung. (Surya/Hadri)