Anak TK Yasporbi I Tembus 10 Besar Aksi Ilmuwan Cilik. (Foto/TM)
TMJakarta – Belajar tidak selalu harus dari buku. Bagi anak-anak TK Yasporbi I, belajar justru dimulai dari hal yang paling dekat dan mereka sukai, yaitu makanan. Melalui pendekatan pembelajaran yang sederhana namun bermakna inilah, TK Yasporbi I berhasil menorehkan prestasi dengan meraih 10 Besar Aksi Ilmuwan Cilik tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2025.
Prestasi tersebut diraih dalam rangka partisipasi TK Yasporbi I pada peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kegiatan ini menjadi wadah bagi satuan PAUD untuk menampilkan praktik pembelajaran terbaik yang mendorong rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir anak sejak usia dini.
TK Yasporbi I mengangkat dokumentasi video Aksi Ilmuwan Cilik berjudul Belajar Matematika dari Makanan Kesukaanku. Video tersebut menampilkan proses pembelajaran kontekstual yang mengajak anak-anak mengenal bahan pangan lokal, yaitu singkong.
Anak-anak diperkenalkan mulai dari mengenal bentuk dan karakteristik singkong, memanfaatkan seluruh bagian singkong secara optimal tanpa menyisakan, proses pengolahan singkong menjadi tape, hingga tahap pengolahan tape menjadi produk makanan gabin. Melalui kegiatan ini, anak juga dikenalkan pada nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sikap menghargai hasil alam.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar tentang proses sains sederhana, tetapi juga mengenal konsep matematika secara konkret, seperti menghitung jumlah bahan, mengukur, mengelompokkan, serta memahami urutan proses. Pembelajaran dikemas dalam suasana bermain yang menyenangkan sehingga anak tetap antusias dan aktif terlibat.
Salah satu guru pendamping dalam keterangnya kepada media, Jumat (30/1/25) di Jakarta, menyampaikan bahwa pembelajaran ini dirancang agar anak belajar dari pengalaman nyata. “Kami ingin anak-anak memahami matematika dari hal yang mereka temui sehari-hari. Makanan kesukaan menjadi media yang efektif karena dekat dengan dunia anak,” ujarnya.
Keberhasilan TK Yasporbi I dalam ajang ini tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi para guru, yaitu Miss Laela, Miss Chacha, Miss Fanni, dan Miss Leni, yang mendampingi anak-anak mulai dari perencanaan kegiatan, proses pembelajaran, hingga pendokumentasian video Aksi Ilmuwan Cilik. Para guru memastikan setiap tahapan pembelajaran tetap sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.
Pihak sekolah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini menjadi bukti bahwa pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berpusat pada anak mampu menumbuhkan potensi sekaligus mengantarkan anak pada prestasi.
Melalui Aksi Ilmuwan Cilik ini, TK Yasporbi I tidak hanya turut menyemarakkan Hari Anak Nasional 2025, tetapi juga menunjukkan komitmen dalam menghadirkan pembelajaran kreatif yang menumbuhkan rasa ingin tahu, kemandirian, kepedulian lingkungan, dan kecintaan anak terhadap proses belajar sejak usia dini. (RDI/*)