PRINGSEWU TM — Jembatan gantung yang menjembatani Pekon Podosari, Kecamatan Pringsewu, dengan Pekon Sukoharjo IV, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, resmi diresmikan oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas pada Jumat, 16 Oktober 2026 petang. Kehadiran jembatan ini menjadi harapan baru bagi warga kedua pekon yang selama ini terpisah oleh aliran sungai Way Sekampung.
Jembatan gantung sepanjang 80 meter dengan lebar 2 meter ini dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung dengan total anggaran mencapai Rp 10 miliar. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan oleh Bupati Pringsewu didampingi Wakil Bupati Umi Laila, Kepala BPJN Lampung Giri Yudhono, serta Anggota Komisi 5 DPR RI Mukhlis Basri di pintu masuk jembatan.
Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa kehadiran jembatan ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas infrastruktur di daerah. Jembatan ini diharapkan tidak sekadar memudahkan perjalanan warga, tetapi juga memperpendek jarak, menghemat waktu serta biaya perjalanan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
“Jembatan ini dibangun dengan menggunakan anggaran negara dan pada akhirnya merupakan milik serta untuk kepentingan masyarakat. Mari kita tumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian bersama, sehingga jembatan ini dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” ujar Riyanto.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas publik ini. Ia meminta warga dan kepala pekon sekitar untuk bersama-sama mengawasi dan menjaga kebersihan serta keamanan jembatan, agar tidak ada tindakan yang merusak konstruksi dan membahayakan keselamatan penggunanya.
Sementara itu, Kepala BPJN Lampung Giri Yudhono menjelaskan bahwa pembangunan jembatan gantung ini merupakan bagian dari program infrastruktur kerakyatan Kementerian PU yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Pembangunan ini bertujuan agar wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau menjadi lebih terbuka dan terhubung dengan pusat pelayanan.
“Kehadiran jembatan gantung ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas dan mempermudah serta memperpendek jarak bagi warga menuju pusat aktivitas, seperti sekolah, pasar, tempat kerja hingga pengurusan administrasi. Infrastruktur ini juga memangkas jarak dan waktu tempuh sekaligus memperlancar distribusi hasil bumi seperti padi, palawija, dan buah-buahan,” jelas Giri.
Anggota Komisi 5 DPR RI Mukhlis Basri menambahkan, terwujudnya jembatan ini adalah hasil kerja keras dan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Semoga jembatan ini benar-benar membawa kemudahan dan peningkatan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Pringsewu. (Diki)