Kab Bogor TM – Proyek pengaspalan jalan desa yang berlokasi di Kampung Gunung Gedogan, RT 002/RW 004, Desa Bendungan, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, yang disebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui bantuan keuangan (bankeu) tahun anggaran 2026, mendapat sorotan warga.
Proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp421.575.000 tersebut dinilai warga tidak mencerminkan kualitas pekerjaan yang sebanding dengan besarnya anggaran yang dikeluarkan, Sabtu (26/9/2026.
Sejumlah warga di sekitar lokasi mengeluhkan kondisi jalan yang baru selesai diaspal. Berdasarkan pantauan di lapangan, permukaan aspal disebut mudah terkelupas dan material kerikil terlihat berserakan di sejumlah bagian jalan.
Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan, terutama warga sekitar yang setiap hari menggunakan akses tersebut untuk beraktivitas.
“Jalan baru selesai diaspal, tetapi sudah banyak bagian yang terkelupas. Kerikil juga berserakan sehingga jalan menjadi licin dan bisa membahayakan pengendara,” ujar salah seorang warga sekitar.
Warga mempertanyakan kualitas pengerjaan proyek tersebut. Mereka menduga material yang digunakan memiliki kualitas yang kurang baik dan mempertanyakan kemungkinan penggunaan material aspal bekas atau scrap. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian material.
Selain persoalan material, warga juga menyoroti tingkat kepadatan aspal yang dinilai kurang maksimal. Kondisi permukaan jalan yang mudah terkelupas dinilai berpotensi membuat umur jalan menjadi lebih pendek.
Dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan juta rupiah, warga berharap pihak terkait melakukan pemeriksaan terhadap hasil pekerjaan, termasuk kesesuaian volume, spesifikasi teknis, kualitas material, serta proses pelaksanaan proyek.
Warga juga meminta pemerintah dan instansi terkait tidak hanya melihat proyek dari sisi penyelesaian pekerjaan, tetapi memastikan hasil pembangunan benar-benar memiliki kualitas dan manfaat bagi masyarakat.
Hingga berita ini disusun, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai keluhan warga dan dugaan penggunaan material yang tidak sesuai spesifikasi. (Karim)