Saturday, June 22, 2024
spot_img
HomeUtamaIdulfitri Terakhir di Kepemimpinannya, Wali Kota: Mohon Maaf Lahir dan Batin

Idulfitri Terakhir di Kepemimpinannya, Wali Kota: Mohon Maaf Lahir dan Batin

 

TM CirebonRibuan jemaah menunaikan ibadah salat Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah, Sabtu (22/4/2023), di halaman Masjid Raya Attaqwa Kota Cirebon hingga Alun-alun Kejaksan, Jalan Siliwangi dan Jalan RA Kartini.
Wali Kota Cirebon, Drs. H. Nashrudin Azis, S.H., dan Wakil Wali Kota Cirebon, Dra. Hj. Eti Herawati, serta Sekda Kota Cirebon, Drs. H. Agus Mulyadi, M.Si., turut menunaikan ibadah salat Id di sana, berbaur dengan jemaah lainnya.
Sebelum pelaksanaan salat Id, Azis menyampaikan, dengan takbir, tahlil, tahmid, dan kesadaran untuk saling memaafkan, sukacita Idulfitri diharapkan dapat memberikan kebahagiaan bagi masyarakat serta menguatkan sisi spiritual dan kesalehan sosial masing-masing.
“Semoga kita semua termasuk golongan orang-orang yang berhasil meraih kemuliaan bulan suci Ramadan dan mampu kembali kepada kesucian yang fitrah,” ungkap Azis.
Azis juga menyampaikan terimakasih serta apresiasi kepada jajaran Pemda Kota Cirebon, TNI/Polri, tim kesehatan, relawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras untuk memastikan kenyamanan dan keamanan selama Ramadan.
Begitu juga dalam pengamanan arus mudik lebaran, sinergi para pihak dibutuhkan guna mewujudkan mudik aman dan nyaman di wilayah Kota Cirebon. Pihaknya berharap, sinergi dan kolaborasi ini tetap terjaga di tahun-tahun mendatang.
“Kita harus selalu termotivasi untuk mewujudkan pembangunan yang senantiasa beriringan dengan kehidupan sosial-masyarakat yang harmonis dalam bingkai keragaman,” paparnya.
Di sisi lain, melalui momen Idulfitri, Azis kembali mengingatkan mengenai keragaman yang ada di Kota Cirebon sebagai sebuah kekuatan. Hal ini harus menjadi kesadaran bersama. Sebab, Idulfitri harus menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kesadaran kebersamaan, persaudaraan dan silaturahmi.
“Sejak dulu, Cirebon adalah titik bertemunya beragam kebudayaan dan latar belakang. Sejak dulu pula, Cirebon selalu mampu menjadikan keragaman menjadi kekuatan hingga terwujud masyarakat yang rukun, guyub dan sejahtera,” tuturnya.
Idulfitri 1444 Hijriah, diakui Azis, sebagai edisi terakhir di masa kepemimpinannya bersama Eti Herawati di Kota Cirebon. Pihaknya menyadari atas kekurangan yang terjadi selama kepemimpinannya.
“Hal-hal yang baik yang pernah kami lakukan itu merupakan karunia dari Allah SWT. Oleh karena itu, dengan penuh kerendahan hati, kami memohon maaf lahir dan batin,” kata Azis.
“Kami selalu berharap bahwa segala program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
(Mahmud)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here