Monday, January 19, 2026
spot_img
HomeMetropolitanPenggunaan Besi Pada Proyek 8 Miliar Lebih Milik Dinkes Kab Bogor Tuai...

Penggunaan Besi Pada Proyek 8 Miliar Lebih Milik Dinkes Kab Bogor Tuai Sorotan Tajam

advertisment
Google search engine
advertisment
Google search engine
TM Kab Bogor – Proyek pembangunan puskesmas pembantu (Pustu) Bojong milik SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menuai sorotan tajam.
Dugaan adanya penggunaan besi tidak sesuai ketentuan (spesifikasi) pada proyek, didapati awak media dilokasi proyek yang dibiayai dari APBD hingga 8 Miliar lebih, di Desa Bojong, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor.
Dari hasil penelusuran awak media yang turut didampingi oleh pihak konsultan pengawas, nampak besi ulir yang digunakan untuk struktur pondasi seperti besi ulir 16 dan besi ulir 13 untuk kolom praktis tidak diketemukan adanya kode TS (Tulangan Sirip) 280 dan 420 pada setiap batangnya.
“Untuk besi ulir 13 dan 10 ini hanya tinggal tambahan untuk kolom praktis,” terang Sagala selaku konsultan pengawas (PT Sewun Indo Konsultan) saat dikonfirmasi dilokasi pekerjaan, Sabtu (7/5/25).
Dan untuk memperkuat pernyataannya, konsultan pengawas lalu memperlihatkan besi ulir 16 yang digunakan dan merupakan sisa potongan dari pembesian untuk struktur pondasi.
Hal itupun disambut dengan permohonan awak media untuk meminta pihak konsultan menunjukkan kode TS pada besi ulir ukuran 16 yang disebutnya kepada awak media, namun realitanya, bukan menunjukkan secara jelas, justeru pengawas hanya menghadirkan penjelasan.
“Besi ulir 13 dan 10 ini hanya tambahan saja untuk kolom praktis dan sesuai dengan mockup (model atau rancangan desain yang dibuat untuk memberikan gambaran nyata mengenai produk atau konsep yang akan dibuat-KBBI),” ujar Sagala tanpa menjelaskan keterangan kode TS berapa yang digunakan karena tidak tertera disetiap batang besi.
Guna menghadirkan keberimbangan informasi, awak media pun mengkonfirmasi Wardi selaku koordinator pihak pelaksana (PT. Sigmakarya Daya Perkasa).
Dalam pernyataannya, pihaknya membantah temuan awak media terkait dugaan adanya penggunaan besi yang tidak sesuai dengan spesifikasi dari proyek, dan justeru menegaskan besi yang digunakan memilik merk, yaitu DP, berikut dengan menunjukkan sampel besi yang berada dalam ruangan direksi kit (bedeng).
“Nanti bapak bisa langsung konfirmasi ke pihak PT nya pak,” ungkap pihak pelaksana menegaskan argumennya ketika awak media kembali mempertanyakan kode TP dan bukan merk besi (DP) yang disebut pihak pelaksana saat membantah temuan dugaan penggunaan besi ulir non spesifikasi pada proyek Pustu Bojong tersebut.
Hingga berita ini dimuat, awak media berencana akan memintakan informasi lebih lanjut dari pihak Dinas Kesehatan Kab Bogor dan Pengamat Konstruksi terkait adanya indikasi penggunaan besi non spesifikasi dari proyek pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) Bojong dengan Pagu Rp. 8.038.238.000,- yang direncanakan rampung dalam 180 Hari kalender. (RDI/Beng)
spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

You cannot copy content of this page