Material batu yang diduga kuat kurang memenuhi spek. (Foto/Tim)
TM Pekalongan – Terkait pembangunan talud jalan usaha tani yang berlokasi blok sawah desa Menjangan dengan volume panjang 188m,lebar 0,3m,tinggi 0,5m anggaran Rp 75.000.000 dana desa 2023 tanpa ada tahap berapanya, beserta makadamnya.
Dilokasi tersebut kami menyempatkan diri berbincang sebentar sekedar menanyakan rasa penasaran kami untuk bisa menggali lebih dalam tentang kaitan proyek tersebut.
Karna dirasa adanya kejanggalan proses perjalanan proyek tersebut. akhirnya salah satu dari enam pekerjapun mau dimintai keterangan “pak dhe dari awal mulainya pekerjaan ini beli batunya apa memang blondosan semua” Ya mas dari 6 atau 5 hari yang lalu kondisi ya memang seperti ini saya cuma pekerja mas dan bukan orang sini,” ungkap dia.
Ditempat yang berbeda kita lansung ketemu dengan pak ketua Tpk kebetulan tidak mau disebutkan namanya. Guna ingin dapat informasi lebih lengkap atas apa yang kami lihat dilokasi proyek talud tersebut, beliau menyangkal adanya pembelian batu blondos, kerjaannya pun dikerjakan bukan warga setempat.
“Soalnya saya punya fotonya semua mas ngarang sampeyan,” ujarnya.
Begitupun dengan datangnya Tpk yang lain bahkan sampai mengeluarkan nada tinggi ” Apapun bentuk yang dipasangkan batunya belah mas, soal pekerjanya kita memang kerjasama dengan desa yang lain”ungkap salah satu Tpk . Karna dirasa disini khususnya menjangan nda ada tenaga ahli.
Jelas jauh dari apa yang sudah diatur didalam permendes Nomor 7 tahun 2023 di pasal 2 guna untuk mengurangi kemiskinan guna memberdayakan masyarakat desa itu sendiri.
Hasil dari investigasi kami dilapangan dalam kaitan ini menduga/ diduga adanya kejagalan dari mulai pembelian material batu tidak sesuai spek, dugaan tidak adanya swakelola masyarakat desa tersebut. Kaitan pekerjaan talud jalan usaha tani desa menjangan kec bojong kab pekalongan.
Dalam hal ini PMD, inspektorat agar segera meninjau ulang dalam sisi pengawasan kaitan dari kegiatan ini. Bambang