Wednesday, February 21, 2024
spot_img
HomeDaerahForum PEMUDA PEDULI Masyarakat Miskin Bebaskan 15 Ijazah Siswa

Forum PEMUDA PEDULI Masyarakat Miskin Bebaskan 15 Ijazah Siswa

TM Pekanbaru – Forum PEMUDA PEDULI Masyarakat Miskin (FPPMM) Kota Pekanbaru membantu membebaskan ijazah murid yang tertahan di salah satu SMK Negeri di wilayah Kota Pekanbaru. Jumlah ijazah yang dibebaskan hari ini Senin (8/01/2024) sebanyak 15 ijazah dari 1 sekolah di Kota Pekanbaru. Ijazah tersebut milik siswa yang tidak mampu membayar hingga lulus.
Ketua FPPMM Suhermanto, SH menjelaskan, pembebasan ijazah yang di duga ditahan pihak sekolah itu merupakan bukti nyata kepedulian FPPMM di sektor pendidikan. Program pembebasan ijazah yang merupakan hak siswa tersebut dilakukan dengan menggunakan swadaya sendiri, yang Pada tahap awal tahun 2024 hari ini telah dibebaskan 15 ijazah dari 1 sekolah di Kota Pekanbaru dengan total terhutang siswa sebanyak Rp 39 Juta lebih yang semua prosesnya gratis tanpa di pungut biaya oleh FPPMM.
“Ini lanjutan kepedulian dari FPPMM di sektor pendidikan, yang di tahun – tahun sebelumnya juga sudah pernah kami lakukan membantu mengeluarkan ijazah masyarakat yang tidak mampu, dan di awal tahun 2024 hari ini, kami telah membebaskan sebanyak 15 ijazah dari satu sekolah dengan nilai terhutang di sekolah tersebut sebanyak 39 Juta lebih, dan proses ini kami gratiskan tanpa di pungut biaya oleh FPPMM,” Ujar Suhermanto.
Suhermanto menduga ada cukup banyak ijazah yang tertahan di sekolah selama bertahun – tahun di sekolah negeri maupun swasta karena siswa masih memiliki tunggakan di sekolah, hal tersebut di buktikan dengan di bukanya laporan pengaduan ijazah oleh FPPMM yang dalam seminggu saja, FPPMM sudah menerima lebih dari 100 orang pelapor.
“Gawat sangat banyak !! Kita buka sebentar saja pengaduan Ijazah itu langsung banyak yang masuk ke kita, dan itu menandakan begitu banyaknya ijazah yang masih tertahan di sekolah,” Ujarnya lagi.
Suhermanto menambahkan proses pembebasan ijazah tersebut pihak FPPMM pertama sekali akan tetap berkoordinasi dengan Satuan Pendidikan yaitu sekolah, dan jika sekolah tidak mau mengakomodir, pihaknya akan melanjutkan kepada dinas pendidikan dan tidak tertutup kepada Gubernur.
Ia juga mengatakan, FPPMM berkomitmen mendukung keberlangsungan peningkatan mutu sumber daya manusia pendidikan, yang harapannya ijazah yang sudah diserahterimakan tersebut dapat dimanfaatkan untuk meraih cita-cita dan kesejahteraan untuk masa depan yang lebih baik.
“Tentunya mereka bisa memanfaatkan ijazah tersebut misal suatu saat akan melanjutkan pendidikan atau masuk ke dunia kerja,” Tutupnya. (*)

 

Kontribusi Berita: Azriel
Editor: RDI

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here