Kondisi cukup memprihatinkan dan cukup berbahaya dari konstruksi bangunan ruang kelas pada SDN CIBITUNG 01 Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. (Foto/RDI.Ponres)
TM Kab Bogor – Beresiko mengancam keselamatan siswa didik serta para pendidik (Guru), kondisi memprihatinkan ruang belajar (kelas) dari SDN CIBITUNG 1 Kecamatan Tenjolaya diduga luput dari perhatian dari Dinas Pendidikan (DISDIK) Pemerintah Kabupaten Bogor. Konstruksi bangunan rawan roboh, menjadi kekhawatiran serius dari para Orangtua, Siswa dan juga Guru dari SDN CIBITUNG 1 Kecamatan Tenjolaya.
Terkesan dianak tirikan ataupun sengaja dianak tirikan, menjadi salah satu komentar tegas dari Ibu Ida yang anaknya menuntut ilmu pendidikan di SDN CIBITUNG 1 Kecamatan Tenjolaya Kabupaten Bogor saat ditemui di depan sekolah pada Senin (7/10/24).
“Apa iya SDN CIBITUNG 1 memang dianak tirikan ya sama pemkab bogor? kondisi bangunan sudah rawan roboh seperti itu masih saja dicuekin dan gak diperbaiki. Tolonglah segera di renovasi atau diperbaiki,” ujar Ibu Ida yang anaknya duduk dibangku kelas 4 SDN CIBITUNG 1 Tenjolaya.
“Apa iya harus tunggu kejadian yang tidak diinginkan dulu? Apa tunggu ada korban baru diperbaiki sama pemkab bogor? Setiap pas anak sekolah, rasanya hati was-was tidak tenang pak. Karena itu bangunannya bapak lihat sendiri kondisinya sangat menakutkan pak,” sambung dia.
Mirisnya, dari informasi yang disampaikan oleh salah satu Orangtua siswa itu, kondisi memprihatinkan akan konstruksi bangunan pada SDN CIBITUNG 1 Tenjolaya disampaikan sudah berlangsung sejak anaknya masuk.
“Sejak anak saya kelas 1 SD pak, berarti sudah 4 Tahun lah pak kondisi sekolah ya seperti itu. Bahkan ruang perpustakaan setahu sata sudah pernah roboh atapnya pak, dan kondisi ruang perpustakaan pun sudah layaknya gudang pak,” keluh Orangtua murid itu.
Kondisi dan informasi yang disampaikan oleh Orangtua murid dibenarkan oleh Samsudin selaku Kepala Sekolah SDN CIBITUNG 1 Kecamatan Tenjolaya saat ditemui dan dikonfirmasi oleh media ini, dihari berikutnya, Selasa (8/10/24), prihal sebelumnya Kepsek diketahui sedang ada acara diluar sekolah.
“Kalau ditanya akan kondisi bangunan kelas di SDN CIBITUNG 1 Tenjolaya, iya seperti yang akang lihat sendiri, cukup mengkhawatirkan. Kondisi tersebut pun telah kami sampaikan dan laporkan kepada DISDIK Kab Bogor dengan harapan dapat segera mendapat perbaikan untuk kelancaran dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar disini,” terang Kepsek.
Prihal kondisi ruang kelas yang hanya dapat difungsikan hanya empat (4) kelas dari 6 kelas yang ada, Samsuddin mengatakan kalau SDN CIBITUNG 1 masih kekurangan rombel, karena total rombongan belajar (Rombel) hanya sekitar 220 siswa.
“Iya kang, rombel disini hanya 220 siswa. Dikarenakan ruang kelas yang layak hanya ada 4 ruang belajar kang, soalnya yang dua kelas kami putuskan untuk tidak digunakan karena kondisi yang sudah dengan rusak berat kang, kami tidak berani ambil resiko untuk atasnama keamanan dan keselamatan siswa/i kang,” jelasnya.
Dari pantauan media ini, tampak konstruksi bangunan ruang kelas yang difungsikan pun cukup mengkhawatirkan dan amat memprihatinkan. Bahkan, dua kelas yang sudah tidak difungsikan pun sudah dengan kondisi hampir roboh.
Ruang perpustakaan yang dapat menjadi sarana menunjang para siswa pun diketahui sudah sempat runtuh dan dalam kondisi sudah seperti gudang tanpa kepantasan sesbagai ruang membuka jendela informasi dunia (membaca).


