Gedung Graha Wartawan di Jl Tegar Beriman Kabupaten Bogor. (Foto/RDI)
“Setiap rekan-rekan yang telah mendengar pernyataan si Ketua PWI Dedi kan sudah sepakat kalau ungkapan yang disampaikan itu cukup arogan dan mengabaikan kesetaraan profesi PERS. Jadi kalau dia memang memiliki jiwa pers dan mempunyai rasa kebersamaan dengan insan se-profesi (pers), sepatutnya dia meminta maaf secara terbuka atas ucapan nya yang telah menyinggung Insan Pers,” tegasnya.
Lebih lanjut IB mengatakan, “Jangan sampai kondisi itu malah makin memperuncing keadaan, dan dengan jiwa seorang ketua organisasi seharusnya dia bisa segera mengklarifikasi ucapannya”.

Pernyataan IB tersebut didasari juga oleh adanya komunikasi antara dirinya dengan Ketua PWI Kabupaten Bogor untuk bisa mengijinkan rekan-rekan yang telah hadir untuk bisa standby di gedung itu.
Namun kembali, dengan kekeuhnya dan terkesan gedung tersebut milik pribadi ataupun milik organisasi yang dipimpinnya, Ketua PWI Kabupaten Bogor tidak memberikan ijin.
Ditempat terpisah, Rendy Mamesah selaku insan jurnalis yang kerap melaksanakan kegiatan PERS di wilayah Kabupaten Bogor turut menyayangkan akan adanya pemilihan sikap yang berkesan alergi dengan sesama profesi.
“Iya sangat disayangkan ya kalau Ketua PWI Kabupaten Bogor yang notabene merupakan wadah organisasi tempat bernaungnya para insan wartawan didalamnya justeru menolak menerima kebersamaan dengan rekan-rekan pers di Gedung Graha Wartawan. Apalagi, kehadiran rekan-rekan pers disana bukan untuk kudeta ataupun menguasai gedung yang dibangun pakai uang rakyat itu, melainkan hanya dijadikan sebagai lokasi kumpul. Sungguh miris,” ujarnya.
“Dan saya sepakat dengan imbauan dari Ketua IB, dimana sudah seharusnya untuk bisa meredam kemarahan dan gejolak diantara sesama insan PERS kedepannya, seharusnya Ketua PWI Kab Bogor bisa segera mengklarifikasi, menarik, dan meminta maaf atas ucapannya yang telah menyayat perasaan insan PERS,” tambahnya.
Sebagai informasi, adanya kekisruhan di Graha Wartawan Kabupaten Bogor bermula ketika gedung tersebut dipilih dan disepakati oleh setiap perwakilan organisasi wartawan dan media yang hendak melakukan aksi damai di Dinas Sosial.
Ratusan insan pers yang berharap bisa berteduh, beristirahat hingga menunggu rekan-rekan yang belum hadir di Graha Wartawan menjadikan gedung tersebut sebagai titik kumpul.
Namun, terkesan merupakan gedung milik pribadi ataupun milik khusus organisasi yang dipimpin nya, Ketua PWI Kabupaten Bogor justeru tidak mengijinkan rekan-rekan untuk standby di area Graha Wartawan, dan justeru malah mengarahkan untuk berkumpul diluar gedung. (RDI)
Info Penulis
BagikanPages: 1 2