TMKab Bogor – Menjadikan areal skitaran Stadion Pakansari Cibinong sebagai pilihan tempat kumpul bersama keluarga mulai digandrungi oleh sebagian besar warga Kabupaten Bogor.
Penataan kawasan stadion diatas hamparan yang cukup luas berikut fasilitas penerangan pada jalan lingkar stadion, menjadi magnet tersendiri bagi warga untuk menghabiskan malam akhir pekan.
Pilihan kuliner santap malam kaki lima dengan harga relatif terjangkau, baik yang tertata rapih diareal yang disediakan maupun pkl dadakan, berikut dengan wahana bermain untuk anak makin menambah kesan tersendiri.
Kenyamanan yang dirasakan oleh setiap warga yang berkunjung ke areal stadion sayangnya kurang diikuti dengan penetapan besaran retribusi parkir.
“Tempatnya enak, ramai dan lumayan jadi pilihan kenariklah untuk ajak anak dan keluarga buat makan di stadion. Cuma sayangnya agak kaget aja sama biaya parkirannya didua lokasi tempat kita singgah tadi agak beda, iya parkir yang ditepi trotoar ya,” ungkap salah satu pengunjung Mega dari Kelurahan Tengah Cibinong saat ditemui dilokasi, Minggu (8/9/24).
Ketika dipertegas soal adanya biaya parkir berbeda di sekitaran areal trotoar jalan lingkar stadion, warga tersebut menjelaskan, “Di tempat kita makan tadi besar parkirnya minta Rp.5000,- (lima ribu) tapi saat anak saya minta mampir di lokasi pasar malamnya, kita kasih 2ribu eh diterima juga”.
Mega yang diketahui memilih areal stadion untuk sengaja mencari santap kuliner malam berharap kepada pemerintah kabupaten bogor untuk lebih merapihkan biaya parkir di trotoar jalan yang tersedia itu.
“Iya kita mau protes dan pertanyakan bagaimana ya, sedangkan yang mengutipnya kan anak muda dengan pakaina biasa dan sepertinya bukan dari pemkab ya. Jadi ya yang bayar 5 ribu akhirnya kita bayar, dan yang cuma 2 ribu pun syukur alhamdulillah lebih murah ya kang,” kata dia.
Namun disaat media ini meminta struk parkir dan bisa mengetahui kedua titik parkir yang dimaksud, pengunjung yang memboncengi kedua anaknya itu enggan untuk menanggapi.
“Aduh saya lupa soal titiknya kang, yang pasti tadi kita makan di warung tenda dan ajak main anak ke pasar malamnya. Apalagi soal karcis, kita enggak nerima kang,” tutupnya. (RDI)