Gedung Graha Wartawan di Jl Tegar Beriman Kabupaten Bogor. (Foto/RDI)
TMKab Bogor – Adanya tindak pengusiran Insan PERS dari Gedung Graha Wartawan yang ada di Jl Tegar Beriman Cibinong oleh Ketua PWI Kabupaten Bogor pada Kamis (27/11/24) lalu berbuntut kemarahan, kekecawaan, tak terbendung dari para peggiat profesi PERS.
Lebih menyayatnya, tindakan pengusiran (tidak mengijinkan Insan PERS berkumpul ataupun menjadikan titik kumpul di Graha Wartawan) oleh Ketua PWI Kabupaten Bogor (Dedy Firdaus) dilakukan disaat ketika gabungan organisasi wartawan dengan berikut jajarannya hendak melaksanakan aksi damai di Dinas Sosial (DINSOS) Kab Bogor untuk memperjuangkan marwah PERS dari adanya dugaan pelecehan profesi oleh oknum IPSM.
Mendengar hal itu, Wilson Lalengke selaku Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia menilai sikap PWI di Bogor yang buat heboh itu adalah dampak dari kepanikan dan kegoncangan jiwa mereka akibat kekacauan dan kehancuran organisasi PWI sebagai buntut dari perilaku para dedengkot korupsi uang rakyat, dana hibah BUMN, si hendry bangun cs.
“Oleh karena itu, hadirkan saja acara panggung gembira di Gedung Wartawan Bogor dan di semua gedung wartawan dimanapun untuk menghibur para pengurus dan anggota PWI. Marilah berempati terhadap kawan-kawan itu, walau mereka sudah menzolimi yang lain selama berpuluh-puluh tahun, janganlah dibalas dengan hal yang sama,” ujarnya kepada media ini, Minggu (1/12/24).
“PWI itu sebenarnya perlu dikasihani, jangan dibully, kasihan mereka itu,” sambungnya.
Dalam pernyataanya, Wilson menegaskan, “Jika anda bully dan serang mereka, lalu apa bedanya anda dengan orang-orang PWI itu? Mari tunjukkan welas asih kepada kawan-kawan itu, sadarkan mereka bahwa teman-teman wartawan di luar PWI dan atau non konstituen dewan pers jauh lebih professional dan humanis serta tidak hedon seperti mereka”. (RDI)