Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, S.T., M.T., IPU,
Ayah tiga anak ini menegaskan, pentingnya menempatkan manusia dan nilai kemanusiaan dalam praktek keinsinyuran.
Jika manusia dan nilai kemanusiaan diabaikan, maka cita-cita terwujudnya Indonesia Emas pada tahun 2045 hanya akan menjadi sebatas mimpi.
Semegah apapun bangunan dibangun atau secanggih apapun alat dibuat, ujarnya, jika mengabaikan nilai kemanusiaan dan manusia yang menggunakannya, maka akan berakhir sia-sia.
Dia menambahkan, yang dikelola PII adalah para insinyur atau manusia yang akan terjun di berbagai lini kehidupan, dan berkarya baik di perusahaan, pemerintahan, ataupun sebagai peneliti/akademisi.
Laki-laki yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Penilai Ahli Kegagalan Bangunan ini melihat, ada banyak malpraktik dalam praktik keinsinyuran yang membawa dampak kerusakan, baik kerusakan jasmani maupun rohani.
“Saya ingin memperjuangkan hal itu, bagaimana membawa kesadaran kepada para insinyur Indonesia bahwa ilmu pengetahuan yang dia praktikkan harus mengedepankan nilai kemanusiaan. Dan tidak boleh ada malpraktik,” tandasnya.