Gambar ilustrasi proses tender di ULP/UKPBJ Kabupaten Bogor. (Foto/RDI)
Kab Bogor TM – Melejitnya urutan ke-5 (peserta lelang proyek) dengan harga penawaran lebih tinggi dari empat peserta lain diatasnya menjadi pemenang, hingga kurang komperhensifnya proses verifikasi dan validasi terhadap pemenang tender proyek menjadi aroma tidak sedap dilingkup ULP/UKPBJ Kabupaten Bogor.
Dilansir dari situs resmi LPSE, hasil penelusuran media ini pada Kamis (29/7/26), menunjukkan bahwa PT. KFM (urutan ke-5 penawaran harga) yang beralamatkan di Kp Kaum Pandak, Kradenan, Cibinong telah ditetapkan sebagai perusahaan pemenang proyek Relokasi Puskesmas Ciderma, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Anomali itu bisa digambarkan, bagaimana sebuah perusahaan (PT) yang memiliki catatan serius dari LHK BPK Jawa Barat berupa memiliki kekurangan volume pekerjaan pada pekerjaan proyek sebelumnya, Rekonstruksi Jalan Kampung Sawah-Janala Kecamatan Rumpin pada Tahun 2025 justeru ditetapkan kembali menjadi pemenang tender.
Terlebih lagi, LHK BPK Jawa Barat yang resmi di keluarkan di Bulan Juni Tahun 2026 menegaskan bahwa status kurang volume pekerjaan oleh PT. KFM juga tidak terhitung sedikit, dimana dari hasil uji petik menunjukkan kekurangan volume pekerjaan hingga mencapai nilai 563.991.328,- dari pagu APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp. 13.193.500.000.
LHK BPK Jawa Barat yang seharusnya dapat menjadi sebuah rujukan dan pertimbangan, ternyata tidak menjadi sebuah referensi bagi ULP/UKPBJ Kabupaten Bogor dalam menetapkan pemenang tender proyek Relokasi Puskesmas Ciderma, Kecamatan Caringin, yang diketahui dengan nilai Pagu mencapai Rp. 15.007.740.000.
Lebih mencengangkan, meskipun mengajukan penawaran harga berada diurutan ke-5 dari peserta tender lainnya, namun faktanya ULP/UKPB Kabupaten Bogor justeru menetapkan PT. KFM sebagai pemenang tender meski harga penawaran lebih tinggi dari 4 Perusahaan peserta lelang lainnya.
Penelusuran mendalam media ini terkait penetapan pemenang tender proyek di ULP/UKPBJ sebagai bentuk keperdulian terhadap kepastian, kesesuaian dan ketentuan prosedur lelang tender proyek melalui proses verifikasi hingga validasi secara komperhensif, dengan maksud tujuan agar pembangunan proyek di Kabupaten Bogor dapat berjalan dengan semestinya.
Dikonfirmasi terkait temuan diatas, Kepala ULP/UKPBJ belum membalas pesan konfirmasi melalui whatsapp pribadinya. (RDI)

