Airlangga Hartarto pilih mundur dari Ketua Umum Golkar. (Foto/Dok.Ist)
Dalam video tersebut Airlangga menjelaskan, pengunduran dirinya sebagai DPP Ketum Partai Golkar setelah melalui pertimbangan yang panjang, dan demi menjaga keutuhan partai untuk stabilitas transisi pemerintahan yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
“Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim serta atas petunjuk Tuhan yang maha besar, maka dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” ujar Airlangga.
Mundurnya Airlangga dari kursi Ketum Partai Golkar turut mengundang pertanyaan publik terhadap sosok pengganti. Nama Jokowi kembali mencuat, setelah sebelumnya pernah didengungkan akan didaulat menjadi Ketum Golkar.
Usulan agar Jokowi menjadi Ketua Umum Partai Golkar periode 2024-2029, salah satunya, diajukan oleh anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Ridwan Hisjam.
Politikus senior Partai Golkar itu menilai, Jokowi memenuhi kriteria untuk memimpin partainya karena rekam jejaknya merepresentasikan ideologi karya kekaryaan yang diterapkan Golkar.
Hal itu setidaknya terlihat dari penamaan Kabinet Kerja pada periode pertama kepemimpinannya. Selain itu, pada periode kedua pemerintahannya, Jokowi menempatkan kader Golkar sebagai menteri koordinator (menko).
“Saya mengusulkan Pak Jokowi menjadi calon ketua umum Partai Golkar. Apakah dia bersedia? Ya, kembali ke Pak Jokowi,” tandas Ridwan. (Red/*)
Info Penulis
BagikanPages: 1 2