Puluhan wartawan Saat gelar aksi solidaritas spiritual Senin malam (12/10/2026).Dimasjid Alkausar Komplek BalaikotaCirebon.
TM,KotaCirebon – Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Cirebon menggelar aksi solidaritas spiritual di Masjid Al-Kausar, Kompleks Balai Kota Cirebon, Senin (12/10/2026) malam.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk tahlil bersama, istighosah, serta muhasabah ini ditujukan untuk mendoakan empat rekan seprofesi yang berpulang dalam empat bulan terakhir.
Keempat mendiang jurnalis tersebut adalah Taufik Hidayat (Kabar Cirebon), Hendra Sumiarsa (Pikiran Rakyat), Irwan Gunawan (fajarsatu.com), dan Puguh Purwandono (E-satu.com). Suasana khidmat dan haru tampak menyelimuti lokasi acara sejak dimulainya pembacaan hadhoroh, Surah Yasin, hingga tahlil.
Acara doa bersama ini dipimpin langsung oleh Pengasuh Zikir Suluk Mizani sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Dr. KH. Maman Imanulhaq. Dalam tausiyahnya, Kiai Maman menegaskan bahwa agenda ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi kebebasan pers serta mempererat kepedulian antarsesama wartawan.
“Di tengah berbagai tantangan, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengawal kepentingan publik, serta menyuarakan persoalan yang butuh perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan,” ujar Maman di hadapan para jurnalis.
Lebih lanjut, Maman menguraikan sejumlah pekerjaan rumah bangsa yang membutuhkan andil jurnalis, seperti isu kemiskinan, kesenjangan sosial, hingga maraknya kasus kekerasan seksual. Bagi Maman, pers yang kritis dan bertanggung jawab adalah fondasi utama guna melahirkan sistem demokrasi yang sehat.
“Regulasi dan program harus dijalankan sungguh-sungguh agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Demokrasi dan kesejahteraan sosial harus terus diperjuangkan,” katanya menambahkan.
Kendati tantangan demokrasi dan jurnalistik ke depan terbilang berat, Maman mengaku tetap optimis melihat keteguhan serta integritas yang ditunjukkan oleh para kuli tinta di Cirebon dalam mengawal kepentingan masyarakat luas.
“Di tengah berbagai tantangan, pers memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi, mengawal kepentingan publik, serta menyuarakan persoalan yang butuh perhatian pemerintah dan pemangku kebijakan,” ujar Maman.
Maman juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar bangsa yang masih perlu penanganan serius, mulai dari kemiskinan, ketimpangan sosial, hingga kekerasan termasuk kekerasan seksual.
Ia menekankan, persoalan tersebut membutuhkan demokrasi yang kuat, dan demokrasi yang kuat mensyaratkan pers yang tetap kritis dan bertanggung jawab dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.
“Regulasi dan program harus dijalankan sungguh-sungguh agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Demokrasi dan kesejahteraan sosial harus terus diperjuangkan,” katanya.
Meski demikian, Maman mengaku optimis melihat keteguhan jurnalis Cirebon yang tetap setia menjalankan profesi di tengah berbagai tantangan. Keteguhan tersebut, kata dia, menjadi harapan dalam menjaga kehidupan demokrasi. (Mahmud).