TM Lebak – SMKN 2 Rangkasbitung mengambil langkah tegas terhadap empat siswanya dengan mengembalikan mereka kepada orang tua masing-masing. Keputusan ini diambil menyusul pelanggaran tata tertib sekolah yang dilakukan oleh para siswa tersebut.
Pihak sekolah menyebutkan, kebijakan itu sudah melalui proses pembinaan dan musyawarah.
“Langkah ini bukan bentuk hukuman, tetapi bagian dari pembinaan agar siswa memahami konsekuensi dari setiap tindakan,” ujar pihak sekolah, Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, sebelum keputusan diambil, pihak sekolah telah memberikan pembinaan berulang dari hati ke hati, yg Namun karena tidak menunjukkan perubahan, sekolah akhirnya memutuskan untuk mengembalikan siswa kepada orang tua masing-masing.
“Kami tetap membuka kesempatan bagi siswa untuk melanjutkan ke sekolah lain.
Pengamat pendidikan H. Edi Murpik menilai tindakan sekolah tersebut sudah sesuai aturan selama dilandasi prosedur yang benar dan prinsip pembinaan.
“Sekolah berhak menegakkan disiplin, tapi tetap perlu pendekatan humanis agar tidak menghilangkan hak anak untuk mendapat pendidikan,” ujarnya.
Meski demikian, tidak semua pihak menerima keputusan itu. Salah satu orang tua siswa yang dikembalikan mengaku kecewa dengan kebijakan sekolah.
“Kami merasa keputusan ini terlalu berat. Anak kami seharusnya dibina di sekolah, bukan dikembalikan begitu saja,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, pihak SMKN 2 Rangkasbitung menegaskan bahwa keputusan sudah melalui pertimbangan matang dan tidak diambil secara sepihak.
“Kami memahami kekhawatiran orang tua, namun semua proses dilakukan sesuai prosedur dan hasil kesepakatan bersama.
Dan selain itu pada saat mulai memasuki sekolah baik siswa maupun orang tua siswa sudah menandatangani surat pernyataan.(adr)
