TMCigombong – Kacau dan gawat, begitu kira-kira ungkapan yang layak disematkan pada kegiatan pekerjaan proyek Revitalisasi Puskesmas Pembantu (Pustu) Tugu Jaya yang berada di Kp Batu Karut, Desa Tugu Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor.
Proyek Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor yang menelan anggaran hingga Rp 681.655.700,- itu diduga kuat menggunakan baja ringan bekas sebagai matrial konstruksi atap Pustu.
TABLOIDMANTAP
Tidak adanya pihak pelaksana (PT. ARDICO ARTHA MULTIMODA) dan konsultan pengawas (PT. CATAHI IDE KREATIF) dilokasi pekerjaan menyulitkan awak media untuk mempertanyakan lebih lanjut prihal pemasangan baja bekas dengan merk (k) pada konstruksi atap Pustu.
Lebih mirisnya, ketika ditanyakan soal baja ringan yang diduga kuat bekas pakai, pekerja yang diketahui tidak memiliki mandor (karena tidak ada yang mengaku/merasa) menjalankan pekerjaan sesuai dengan lepas, termasuk mengabaikan APD dan K3.
“Ngga tau pak (soal pertanyaan dugaan pemasangan baja ringan-red). Kita cuma kerja. Soal pelaksana kita pun hanya tau orangnya dan tidak tau namanya pak. Tadi ada, tapi sudah pergi,” ujar salah satu pekerja dilokasi, Kamis (31/10/24).
Mencoba lebih mendapat informasi terkait penggunaan baja ringan dengan merk Kencana yang diduga bekas, media ini coba menghubungi pihak aplikator baja ringan.
Dikonfirmasi, pihak aplikator (Y) dari merk baja ringan yang terpasang membenarkan merk (K) yang dipasang pada proyek milik Dinkes tersebut. Namun, Y menegaskan kalau baja ringan yang diduga bekas itu bukan langsung dari pihaknya, melainkan dari rekan aplikator pada baja ringan (Aplikator Baja Ringan dengan merk K memiliki dua dukungan).
“Iya betul. Tapi itu yang pasang si Aril. Buka. Saya bang,” ujar Y pihak aplikator satu merk (K) dengan Aril.
“Saya hubungi tidak direspon kang,” sambungnya.
Besarnya anggaran yang telah dikeluarkan sudah seharusnya diikuti dengan penggunaan material (baja ringan) berkualitas dan yang sudah ditentukan.
Terpasangnya baja ringan diduga kuat bekas pada kegiatan proyek pekerjaan Pustu Tugu Jaya memicu indikasi akan adanya dugaan perbuatan memperkaya diri (korupsi) melalui modus menggunakan baja ringan bekas.
Dari tinjau ulang media dilokasi pada Sabtu (09/10/24), tepatnya dua Minggu lebih dari investigasi awal, tampak baja ringan yang diduga bekas masih gagah terpasang (belum diganti) dan siap untuk ditutup granite.
Kiranya hal itu dapat segera menjadi perhatian dari Dinkes Kabupaten Bogor untuk bisa mendatangi lokasi proyek guna bisa lebih memastikan temuan dari awak media ini.
Hingga berita ini kembali dimuat, awak media masih kesulitan mendapat akses nomor kontak dari pihak Pelaksana maupun Pengawas Pustu Tugu Jaya Kecamatan Gombong. (RDI/Ponres/Effendi)