
LEBAK – Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah Kabupaten Lebak menyatakan kesiapan penuh untuk menjalankan arahan Gubernur Banten, Andra Soni, dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027.
Kepala KCD Pendidikan Wilayah Kabupaten Lebak, Gugun Nugraha, S.Pd., M.Si., menegaskan bahwa seluruh SMA, SMK, dan SKH negeri di Kabupaten Lebak berkomitmen melaksanakan SPMB Ramah yang mengedepankan prinsip transparan, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi.
Menurut Gugun, KCD Lebak akan tegak lurus menjalankan kebijakan Pemerintah Provinsi Banten serta memastikan seluruh proses penerimaan murid baru berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
“Kami siap menjalankan program SPMB Ramah sesuai arahan Gubernur Banten. Selama itu berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat dan sesuai ketentuan yang berlaku, tentu akan kami layani dengan sebaik-baiknya. Namun apabila ada pihak yang mencoba melakukan titipan atau intervensi di luar mekanisme yang telah ditetapkan, maka tidak akan kami tindak lanjuti. Kami berkomitmen menjaga SPMB tetap transparan, berkeadilan, inklusif, dan bebas dari praktik yang dapat mencederai kepercayaan masyarakat,” tegas Gugun.
Komitmen tersebut sejalan dengan penandatanganan Komitmen Bersama SPMB Ramah 2026 yang dilakukan Pemerintah Provinsi Banten bersama Forkopimda dan para kepala daerah se-Banten di Pendopo Gubernur Banten. Melalui komitmen itu, seluruh pihak sepakat mewujudkan pelaksanaan penerimaan murid baru yang bersih, objektif, akuntabel, serta bebas dari segala bentuk diskriminasi dan penyimpangan.
Sebelumnya, Gubernur Banten, Andra Soni, melakukan kunjungan ke SMAN 1 Rangkasbitung dan SMAN 3 Rangkasbitung pada 22 Juni 2026 untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai prinsip SPMB Ramah, yakni transparan, berkeadilan, inklusif, dan tanpa diskriminasi.
Pengawasan yang ketat serta komitmen seluruh pemangku kepentingan, KCD Lebak optimistis pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan lancar, memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon peserta didik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Provinsi Banten.(Rusli)

