TMKab Bogor – Tabloid -.Mantap – pembelajaran dan pengenalan agama memang harus dimulai sejak dini sebagai salah satu pengembangan nilai agama dan moral yang ada di PAUD, karena itu himpaudi (himpunan pendidik dan kependidikan anak usia dini) kecamatan parung mengadakan manasik haji di luar kecamatan dan di laksanakan di wisata Junggle land di wilayah sentul bogor.
Kegiatan manasik haji ini diikuti anak-anak peserta PAUD se kecamatan parung dengan jumlah peserta ibu dan anak kurang lebih tiga ribu orang, waktu pelaksanaan diselenggarakan pada Kamis 6 nopember 2025 di laksanakan di wisata junggle land yang berlokasi di desa sentul, kecamatan babakan madang.
Pelaksanaan simulasi ibadah haji bagi peserta (PAUD) ini memberi pemahaman kepada anak akan prosesi ibadah haji yang sesungguhnya. manasik haji anak-anak akan menunjukan bagaimana tata cara dalam melaksanakan ibadah haji seperti, wukuf, thowaf, sa’i, dan melempar jumrah, namun ketua himpaudi kecamatan parung ( fitri ) selaku ketua himpaudi kecamatan parung salah kaprah dan hiraukan surat edaran dari dinas pendidikan jawa barat, dan bupati kabupaten Bogor, melaksanakan manasik haji di luar kecamatan, dan ini sangat membebankan orang tua murid dengan biaya RP. 250.000/300.000 rupiah.
seluruh peserta diharuskan mengenakan pakaian ihram seperti yang dikenakan jema’ah haji. Peserta akan dikelompokkan sesuai domisili atau per desa dan akan mengenakan tanda berdasarkan warna pita, persiapan keberangkatan pukul 05.30, perjalan menuju junggle land dan poto bersama pada pukul 07.30, menuju area manasik pukul 07.45, dan pulang kembali ke rumah masing-masing pada pukul 16.00.
Panitia berasal dari kepengurusan himpaudi kecamatan parung turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan namun dimana surat edaran gubernur jabar kegiatan apapun tidak boleh membebankan para orang tua siswa acara manasik tersebut di laksanakan di wisata Junggle Land, dan para orang tua murid sangat mengeluh dengan biaya RP 250.000 sampai dengan 300.000 rupiah.
beberapa orang tua siswa PAUD mengeluh dengan adanya kegiatan tersebut “salah satu orang tua murid mengatakan kepada wartwan ” mau gimana lagi pak kalau tidak ikut anak saya nangis melihat teman nya pada ikut dan ini hampir semua PAUD yang ada di kecamatan patung ikut semua pak, kalau anaknya ikut ibunya juga pasti ikut jadi biayanya dobel pak, ini saya saja maksain pak dan dari PAUD yang anak sy sekolah untuk acara manasik ini saya bayar RP 300.000 dan hampir sama semua pak rata-rata tiga ribuan,” Ujar salah satu orang tua siswa PAUD yang lagi siap-siap menunggu kedatangan bis.
namun sangat di sayangkan fitri selaku ketua himpaudi kecamatan parung, tidak bisa di temui di lokasi pemberangkatan yang hendak menuju wisata Junggle land, diduga menghindari wartawan dan enggan di konfirmasi.
fitri selaku ketua himpaudi kecamatan parung saat di konfirmasi oleh wartawan via sambung whatsapp tidak menjawab dan bungkam justru bukanya menjawab mahal memblokir nomor whatsapp wartawan.(karim)
