Kepalaseksi kesiapsiagaan operasi dan penyelamatan kebakaran.Nurjaman Saat ditemui media Rabu(20/5/2026)Di ruang kerjanya.
TM,Kota Cirebon – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cirebon saat ini menghadapi kendala serius terkait sarana dan prasarana (sarpras) evakuasi.
Peralatan krusial untuk penanganan bencana banjir, khususnya perahu karet, dilaporkan dalam kondisi rusak dan tidak layak pakai.Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris DPKP Kota Cirebon, Hanry David, A.P., M.Si., melalui Kepala Seksi Kesiapsiagaan, Operasi, dan Penyelamatan Kebakaran, Nurjaman, saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (20/5/2026).
“Saat ini kita sangat memerlukan perahu karet baru untuk penyelamatan musibah banjir. Perahu karet yang ada sekarang sudah mengalami kebocoran.
Kami sudah berupaya menambalnya dengan lem kualitas bagus, tetapi tetap saja bocor kembali setelah diisi angin,” ujar Nurjaman kepada media.
Kondisi ini memicu kekhawatiran besar bagi tim penyelamat yang harus bertaruh nyawa di lapangan. Nurjaman menegaskan bahwa ketersediaan sarpras yang memadai sangat mendesak agar personel dapat bekerja dengan aman dan tenang.Padahal dari sisi kesiapan personel, Damkar Kota Cirebon selalu siaga penuh tanpa henti.
“Personel kita siap siaga 24 jam,” tuturnya.Lebih lanjut, Nurjaman menjelaskan bahwa tugas DPKP saat ini tidak hanya berfokus pada pemadaman kebakaran. Berbagai aksi penyelamatan non-kebakaran (rescue) juga rutin dilakukan demi mengamankan warga.”Kami tidak menangani kebakaran saja.
Ketika ada ular masuk rumah atau ancaman binatang liar lain yang membahayakan, kami juga diminta masyarakat untuk membantu mengamankan. Jika sarana prasarananya mendukung, kami tentu bisa bekerja dengan tenang dan tanpa rasa khawatir dalam menangani setiap permasalahan di lapangan,” pungkasnya. (Mahmud)