Foto/gambar ; Damiri, tengah (urut 3 dari kiri) pada saat mengikuti sekolah jurnalis Indonesia (SJI) angkatan ke 2
TM Lampung Barat,Pascatakan diberitakan terkait dugaan dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) tahun 2023 lalu, Kepala SMP Negeri 1 Sukau beserta rekannya datangi awak media. Selasa 04/11/2024.
Kedatangan Iwan Kepala Sekolah tersebut yang didampingi salah satu rekannya, meminta agar berita yang telah ditayangkan tersebut dapat dihapus.
Kalau mengenai hasil audit BPK tentang BOSP yang diduga telah di mark up, dia tidak keberatan. Tapi kalau mengenai kedatangan Camat lalu dirinya memberikan makan dan minum, begitu juga Babinsa yang membelikan rokok dari BOSP itu tidak benar. Kata Kepsek.
Ditempat yang diketahui sama, rekan Kepsek yang tidak namanya pun meminta agar berita dihapus. Kata rekan Iwan yang berpenampilan layaknya seorang anggota.
Kedua nya memaksa meminta awak media dapat menunjukkan rekaman video yang dimiliki awak media sebagai dokumentasi.
Setelah dijelaskan tentang hak sanggah maupun hak koreksi dapat dihilangkan dengan membawa data – data sebagai pendukung sanggahan.
Begitu juga bagi Camat ataupun Babinsa yang nama atau institusinya ditulis dalam berita. Maka dapat melakukan atau menyampaikan hak jawabnya. Kata Damiri jurnalis media online newshanter.com.
Berkaitan dengan isi berita tersebut, tentunya berdasarkan apa yang dilihat, didengar saat menjalankan tugas jurnalistiknya, jadi kalau mau menghapus berita yang telah ditayangkan maka dirinya tidak memiliki kewenangan, silahkan hubungi saja redaksi. Terangnya.
Kehadiran Kepsek dan rekan-rekannya tersebut, terkesan mengangkangi kebebasan pers, dalam mencari, memperoleh, menyimpan, mengelola serta menyampaikan informasi kepada masyarakat. serupa diatur dalam Undang – Undang (UU) Nomor 40 tahun 1999.
Dalam waktu dekat sebagai jurnalis yang merasa tidak nyaman atas kedatangan kedua nya, apalagi rekan Kepsek mengambil foto awak yang belum diketahui tujuannya.
Dalam waktu dekat, saya sebagai penulis artikel tersebut, akan berkoordinasi kepada Dewan Pers serta melaporkan kejadian atas upaya menghalangi tugas jurnalis kepada penegak hukum.
Mengingat beberapa Dewan Pers adalah dosen saya dalam menempuh pendidikan dibidang jurnalistik. Kata Damiri alumni Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) Angkatan II tahun 2012 lalu, yang dilaksanakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dibalai gedung pers Bandar Lampung.
(Tim-IWO-I)