Saturday, March 2, 2024
spot_img
HomeDaerahOknum Pejabat Dinas Kabupaten Cilacap Diduga Lakukan Tindak Premanisme Terhadap Wartawan

Oknum Pejabat Dinas Kabupaten Cilacap Diduga Lakukan Tindak Premanisme Terhadap Wartawan

TM Cilacap – Oknum Pejabat Dinas Kabupaten Cilacap, inisial D, diduga kuat terlibat dalam kasus tindak premanisme terhadap wartawan anggota PPWI di Cilacap, Nover Zai. Hal itu terkuak dari tangkapan layar percakapan WhatsApp antara oknum pejabat itu dengan Ketua JPKP non-aktif Cilacap, Padmo Subagyo alias Bimo, yang isinya mengindikasikan adanya perintah dari oknum Pejabat Dinas Kab. Cilacap kepada Bimo untuk melakukan pengamanan alias pengancaman dan atau intimidasi terhadap wartawan Nover Zai.
Merespon dugaan tersebut, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA, mengatakan sangat prihatin terhadap mentalitas buruk yang menjangkiti oknum Pejabat di Cilacap itu. Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini kemudian mendesak agar kasus dugaan tindakan premanisme diusut tuntas oleh para pihak terkait.
“Jika sinyalemen tersebut benar, saya sangat prihatin terhadap mentalitas Oknum Pejabat Dinas Kabupaten Cilacap itu. Saya minta para pihak terkait, terutama PJ Bupati Cilacap dan Irwasda setempat mengevaluasi oknum dimaksud dan mengusut tuntas kasusnya. Jika terbukti benar, yang bersangkutan harus ditindak tegas,” kata Wilson Lalengke yang dikenal gencar membela wartawan dan warga terzolimi di berbagai tempat di tanah air ini, Selasa, 6 Februari 2023.
Oknum Pejabat Dinas Kabupaten Cilacap, yang dikabarkan menjabat sebagai Kabid di salah satu SKPD Cilacap, Jawa Tengah, itu, menulis pesan ke Bimo untuk melakukan sesuatu hal terhadap wartawan Nover Zai. “Amsol Mas, biar mereka tidak ganggu dinas-dinas”. Demikian tulis oknum D dalam pesan WA-nya kepada Bimo sebagai Kontraktor cilacap. Atas pesan bernada perintah dari Darwoko untuk ‘menangani’ wartawan Nover Zai tersebut, Bimo menjawab: “Siap Pak. Insya Alloh saya bereskan sak mampuku, bismillah.”
Sebagaimana viral diberitakan baru-baru ini, Bimo ternyata benar-benar ‘melaksanakan perintah’ oknum itu pada Jumat, 2 Februari 2024, sekitar pukul 11:30 WIB. Bimo menelepon Nover Zai dan mengeluarkan ucapan bernada ancaman, mengintimidasi, memaki (anj*ng, a-s-u), serta meminta alamat rumah dan mengatakan akan membakar rumah Nover. Tidak hanya itu, saat Bimo mendatangi rumah Nover dan mengetahui target tidak berada di rumah, jagoan Cilacap ini akhirnya mengancam ‘menculik’ istri Nover dan membawa keluar dari rumahnya jika wartawan asal Nias itu tidak keluar menjumpainya.
Mendengar kabar istrinya dalam bahaya pengancaman, penculikan, dan akan dibawa paksa entah kemana oleh Bimo, akhirnya Nover Zai meminta bantuan rekannya mendatangi rumahnya dan meminta Bimo keluar dari rumah tersebut untuk kemudian menuju suatu tempat menemui Nover. Atas ajakan ini, Bimo kemudian mendatangi lokasi tempat Nover menunggunya untuk bertemu dan menyelesaikan masalah. Dalam situasi terintimidasi serta adanya kekuatiran keluarganya yang tidak tahu-menahu masalah terbawa-bawa dalam kasus ini, Nover Zai akhirnya dengan sangat terpaksa berdamai dengan Bimo.
Selain memberi pesan untuk ‘mengamankan’ wartawan Nover Zai, Oknum D ternyata juga diduga kuat menyampaikan kabar bohong alias hoax kepada Bimo. Masih dalam pesan WA yang sama, Oknum D mengatakan bahwa Wartawan Nover dan tim telah melakukan pemerasan terhadap Dinas tersebut dengan meminta fee 1 persen dari total proyek yang ada di dinas tersebut.
Saat Pimpinan PPWI konfirmasi hal tersebut kepada Nover Zai menolak keras tuduhan oknum Pejabat Dinas tersebut. Demikian juga, ketika dikonfimasi hal ini ke oknum D terkait kebenaran informasi yang dikirimkannya ke Bimo soal tersebut, dia menjawab singkat tidak benar. “Kalau ini, informasinya tidak benar pak,” tulis Darwoko menjawab permintaan konfirmasi dari Ketum PPWI, Wilson Lalengke.
Penyangkalan oknum D atas informasinya ke Bimo itu sontak mengundang tanda tanya. Demi mendapatkan kejelasan dari tuduhan yang bersifat fitnah tersebut, Wartawan Nover Zai secara terpisah menghubungi Oknum D melalui pesan WhatsApp dan telpon WhatsApp untuk meminta klarifikasi dan penjelasan langsung dari yang bersangkutan, Senin, 5 Februari 2024. Namun sangat disayangkan, oknum D tidak bisa ditemui. (TIM/Red)
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here