Pasar kandang sapi baru yang di siapkan pemerintah untuk para pedagang pasar subuh (poto ~ dokomen istimewa)
TM LEBAK-untuk memberi rasa nyaman kepada pembeli dan para pedagang dinas perindustrian dan perdagangan kab.Lebak merencanakan Sebanyak kurang lebih 800 pedagang Pasar Subuh yang berjualan di sejumlah titik wilayah Rangkasbitung akan dipindahkan ke pasar baru yang disiapkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten.
saat di konfirmasi TABLOIDMANTAP.COM via pesan singkat whatsApp minggu (14/04/204) Kepala bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, Yani, mengatakan, ratusan pedagang itu bakal direlokasi ke pasar PKL Kandang Sapi, di Desa Narimbang Mulya, Rangkasbitung.
“Prioritas khusus PKL pedagang Pasar Subuh yang berjualan di sepanjang Jalan Kalijaga (dari Leuwi ranji sampai Jembatan Dua) dan sepanjang Jalan Tirtayasa,” kata Yani,
Akan tetapi, relokasi 800 pedagang belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Yani menyebut, Pemkab Lebak masih harus menambah bangunan Pasar Kandang Sapi agar seluruh pedagang bisa tertampung.
“Sekarang lebih mempersiapkan tambahan gedung dan sarana pendukung lainnya. Kalau sudah (lapak di Pasar Kandang Sapi) cukup sesuai dengan kebutuhan baru direncanakan relokasi secara serentak,” ujarnya.
lebih lanjut yani juga menjelaskan untuk waktu kapan di relokasi belum mengetahi kapan rencananya.
” Belum, awal tahun 2024 ini Pemda Lebak insha Allah akan konsentrasi dulu menambah kekurangan kapasitas gedung baru untuk menambah kekurangan lapak pedagang yg ada. saat ini dan sarana penunjang lainnya, atas bantuan provinsi dengan nilai sekitar 4,6 M, semoga sesuai rencana. katanya
insha Allah Pemda memastikan bahwa di tempat yang baru para pedagang bisa lebih baik antara lain contoh untuk PKL Pasar Subuh bisa berjualan tidak terbatas waktu artinya bisa berjualan 24 jam, tidak seperti sekarang jualan di jalan raya hanya sampai jam 06.00.
sudah selesai berjualan dan juga tempat yang ada tentunya layak untuk berdagang tidak kehujanan tidak seperti saat ini berjualan di jalan raya (tidak permanen), dan jangan khawatir kehilangan pembeli karena mayoritas pembeli yaitu istilahnya “Baluk” atau pembeli yg akan menjual lagi barang dagangannya di kampung halaman nya (bukan pembeli yg biasa), jadi oleh “Baluk” tetap saja akan dicari dimana pun ada pasar subuh tersebut termasuk di tempat yg baru ini,
intinya insha Allah di tempat baru yang disiapkan oleh pemerintah bisa lebih baik, semoga. harapnya (Benny)