TM Lebak – Proyek penataan Alun-Alun Kota Rangkasbitung yang dikerjakan PT Multi Jaya Dikasa dengan nilai kontrak Rp4.915.438.055,03 terus menuai sorotan publik. Selain kualitas pekerjaan yang dinilai belum maksimal, sejumlah fasilitas dasar yang seharusnya ada justru belum terlihat di lapangan. Sabtu, (10/01).
Salah satu temuan penting adalah belum tersedianya fasilitas toilet umum di area alun-alun. Padahal, sebagai ruang publik utama yang digunakan warga untuk berolahraga, bersantai, hingga membawa anak-anak, keberadaan toilet merupakan fasilitas dasar yang wajib tersedia.
“Kami sering ke sini, tapi kalau mau ke toilet harus keluar area alun-alun. Ini aneh, anggarannya miliaran tapi fasilitas paling dasar saja tidak ada,” ujar seorang warga.
Selain itu, aspek keselamatan juga menjadi sorotan. Tutup saluran air berbahan besi di beberapa titik diketahui tidak terpasang rapi, terutama di bagian sambungan, sehingga menimbulkan celah dan permukaan yang tidak rata. Kondisi ini berisiko menyebabkan kaki tersangkut atau terperosok, terutama bagi anak-anak, lansia, dan warga yang menggunakan jalur jogging.
Padahal, berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi dan PP Nomor 14 Tahun 2021, setiap pekerjaan konstruksi wajib memenuhi standar keselamatan, mutu, dan kelayakan fungsi bangunan, termasuk menjamin keamanan pengguna fasilitas publik.
Dalam perencanaan, anggaran hampir Rp5 miliar tersebut dialokasikan untuk penataan tanaman, lantai ruang terbuka, tiga pintu masuk, jogging track, area bermain anak, lapangan olahraga, taman, hingga penanaman pohon.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan masih banyak pekerjaan yang dinilai tidak sebanding dengan nilai anggaran yang dikeluarkan.
Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek.
Masyarakat meminta Pemkab Lebak untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh dan mewajibkan kontraktor memperbaiki kekurangan serta potensi bahaya tanpa tambahan anggaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Multi Jaya Dikasa maupun Pemkab Lebak belum memberikan keterangan resmi terkait belum tersedianya toilet dan sejumlah temuan lapangan tersebut.(Rusli)