Rumahnya Dilanda Banjir, Tiga Bersaudara Yatim Piatu Di Desa Laladon Butuhkan Empaty Pemerintah Kab Bogor

165
Raju, kaka dari tiga bersaudara yatim piatu yang rumahnya ikut terdampak banjir. (Foto/Syarifatullah)
TM Ciomas (JBN) РWarga di sekitar wilayah kampung Bubulak, Desa Laladon, Ciomas dilanda banjir hingga memasuki pemukiman. Tingginya curah hujan mengakibatkan kurang berfungsinya turap kali Ciapus dalam menahan debit air, pada Sabtu (18/3).
Mirisnya, salah satu rumah yang ikut terdampak banjir merupakan tempat tinggal dari tiga laki-laki bersaudara (Yatim-Piatu). Mendengar rumah salah satu anak asuhnya tergenang banjir, Syarifatullah, salah satu wartawan senior di Kab Bogor langsung bergegas mendatangi rumah tersebut.
“Saya dapat kabar dari tetangga si Raju (kakak tertua dari tiga bersaudara yang telah satu tahun hidup tanpa kedua orang tua-yatim piatu). Sampainya saya dilokasi, benar saja, mereka bertiga saya dapati sedang berusaha mengeluarkan genangan air,” ucap Syariefatullah.

 

Selesai dapat mengurangi genangan air yang sudah masuk kedalam hunian tiga bersaudara tersebut, Syariefatullah mengatakan kepada media ini, langsung mencoba menyampaikan kondisi yang dialami Raju beserta kedua adiknya dirumahnya.
Berharap dapat memberi solusi untuk ketiga bersaudara tersebut, Syariefatullah mengatakan, “Iya RT bukan malah coba ikut carikan solusi untuk ikut membantu Raju dan adiknya, justeru malah hanya memberi penjelasan atas dugaan penyebab adanya genangan banjir diwilayahnya”.
“Desa Laladon Kampung Bubulak, sudah sering banjir dikarenakan udah ada turapan awal kemarin baru beberapa bulan ya kurang lebih ada 4 bulan, nah ini masih ada yg belum terkerjakan pak masih ada kurang lebih 100m tanggul yang belum dibenerin. nah tadi air naik lagi kalau di turapan yang baru itu air gak naik yang belum diturap itu air naik kesini semua sampe ke ujung makam juga meluapnya kesini jadi air sungai itu berbalik ke arah kampung, banyak yang terdampak dari rt 01 dari ujung makam, di rt 03 rw 09 ada 30 kk yang terdampak,” tutur Rt yusuf rt 03 rw 09 memberikan penjelasanya.
Syarifatullah berharap, baik pihak desa, kecamatan maupun dinas sosial kab bogor dapat menyempatkan sedikit waktunya untuk bisa melihat langsung kondisi dari tiga laki-laki yatim piatu yang telah hidup tanpa kedua orang tuanya sejak satu tahun lalu.
“Kiranya pihak desa, camat, maupun dinsos kabupaten bogor dapat memberikan empaty nya untuk Raju dan kedua adiknya. Diusia baru 15 Tahun, Raju harus banting tulang cari nafkah untuk menghidupi kedua adiknya. Mereka butuh sentuhan dan kepedulian dari negara, jangan diam atas kondisi mereka,” tutupnya. (Rendy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here