
TM PRINGSEWU – Suasana haru dan penuh khidmat mewarnai pelaksanaan Haflatut Takhrij Wat Tahfizh Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar Pondok Pesantren Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu. Acara istimewa ini berlangsung pada Ahad (24/5/2026) di Aula Lantai 3 Gedung IMBOS Pringsewu, menjadi momen berharga bagi seluruh civitas akademika, wali santri, dan tamu undangan yang hadir menyaksikan keberhasilan para santri.
Kegiatan tahunan ini mengusung tema “Cendekiawan Qur’ani Pilar Kekuatan Pemimpin Masa Depan”, dan sekaligus menjadi momen resmi pelepasan sebanyak 103 santri yang telah menyelesaikan pendidikannya. Acara wisuda ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu Khuznil Afwa Kahuripan, Direktur IMBOS Pringsewu Moh. Masrur, serta perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Lampung, menunjukkan dukungan penuh pemerintah dan pemangku kepentingan terhadap pendidikan berbasis nilai Al-Qur’an.
Di antara seluruh rangkaian acara, prosesi wisuda tahfizh menjadi momen yang paling menyentuh hati dan mengundang haru. Satu per satu santri penghafal Al-Qur’an 30 juz dipanggil naik ke atas panggung kehormatan, disambut dengan tepuk tangan meriah dan ucapan selamat dari para tamu serta wali santri yang hadir. Keberhasilan mereka menghafal seluruh isi kitab suci Al-Qur’an menjadi bukti nyata ketekunan, kedisiplinan, dan kecintaan yang besar terhadap wahyu Allah SWT.
Dalam kesempatan yang berbahagia tersebut, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas memberikan apresiasi yang sangat istimewa. Secara pribadi, beliau menyerahkan hadiah berangkat umroh bagi seluruh santri yang telah sukses menghafal 30 juz Al-Qur’an. Pemberian ini bukan sekadar penghargaan, melainkan bentuk penghormatan tinggi kepada generasi muda penjaga Al-Qur’an, sekaligus motivasi nyata bagi santri lainnya untuk terus mencintai, menjaga, dan mendalami hafalan Al-Qur’an sepanjang hayat.
Adapun para santri berprestasi jenjang SMA atau kelas XII yang dinobatkan sebagai hafizh 30 juz tahun ini antara lain Hanifa Amru As Syarif (Lampung Tengah), Lulu Huwaidah Hibatullah (Lampung Tengah), Azka Amalina Ahmad (Lampung Selatan), Yudhistira Bintang Alifiano Putra (Pringsewu), Fauzan Zauzal Mawardi (Bandar Lampung), dan M. Hadid Alfarisi (Lampung Selatan). Sementara untuk jenjang SMP, penghargaan serupa diraih oleh M. Rafly Alamsyah yang berasal dari Sukabumi, Jawa Barat.
Selain prosesi wisuda dan penghargaan tahfizh, acara juga dimeriahkan dengan penampilan hadrah, kirab yayasan, penayangan video profil pondok, serta pemberian penghargaan bagi santri berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik. Salah satu momen yang paling emosional adalah saat prosesi sungkeman, di mana para santri menyampaikan rasa hormat, terima kasih, dan permohonan maaf secara langsung kepada kedua orang tua yang telah mendukung dan mendoakan keberhasilan mereka.
Direktur IMBOS Pringsewu, Moh. Masrur, dalam sambutannya menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh santri yang telah diwisuda. Ia mengingatkan bahwa berbagai ilmu pengetahuan formal yang dipelajari akan selesai pada waktunya, namun Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang tidak akan pernah usang hingga akhir hayat. “Ketika kalian lelah dan menghadapi kebuntuan dalam hidup, dekatilah Al-Qur’an. InsyaAllah, Al-Qur’an akan menjadi sumber hidayah dan petunjuk dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya.
Pelaksanaan Haflatut Takhrij Wat Tahfizh tahun ini kembali menegaskan posisi Insan Mulia Boarding School (IMBOS) Pringsewu sebagai salah satu pesantren modern unggulan di Lampung. Lembaga ini terbukti konsisten mencetak generasi Qur’ani berprestasi, yang tidak hanya unggul dalam pendidikan formal, tetapi juga memiliki karakter kuat, berjiwa kepemimpinan, disiplin tinggi, dan senantiasa mencintai Al-Qur’an sebagai bekal utama menghadapi masa depan yang gemilang. (Diki)