Gabungan masyarakat Galuga gelar aksi unjukrasa di depan kantor pemerintah kabupaten bogor, Senin 14/10/24. (Foto/Exc.Fendy)
TM Kab Bogor – Geram dan terganggu dengan kemacetan yang kerap ditimbulkan oleh truk pembuang sampah ke TPAS (Tempat Penampungan Akhir Sampah) Galuga, sekelompok masyarakat Desa Galuga gelar aksi unjuk rasa di depan kantor pemerintahan Kabupaten Bogor, pada Senin (14/10/24).
Kamaludin, kordinator aksi yang juga sebagai Ketua Forum Komunitas Masyarakat Galuga mengatakan persoalan kemacetan yang ditimbulkan antrian truk sampah disekitaran TPA Galuga sangat mengganggu dan meresahkan masyarakat.
“Masyarakat sekitar TPA merasa terganggu dan terhambat aktivitas akibat seringnya kemacetan yang ditimbulkan dari antrian truk sampah di TPA. Dan bersama masyarakat yang merasakan dampak akibat kemacetan kami suarakan dengan unjuk rasa ini,” ujar Kamaludin saat diwawancarai oleh TabloidMantap.com di lokasi UNRAS.
Tingginya volume pergerakan truk sampah yang setiap hari membuang ke TPAS Galuga, disebut oleh Ketua FKM sudah harus menjadi perhatian dari pemerintah Kabupaten Bogor. Dia juga menyoroti soal ketersediaan lahan (TPAS) yang harus menampung kurang lebih hampir 2700 Ton/Hari volume sampah dari 40 Kecamatan dengan sekitar 270 truck sampah setiap hari buang ke TPAS Galuga, sangat berpotensi menimbulkan antrian hingga mengakibatkan kemacetan.
“Lahan 4 Hektare milik Kabupaten Bogor untuk TPAS kami nilai sudah overload untuk mampu menampung volume sampah yang hingga 2000kg setiap hari. Dan solusi agar tidak kembali berulang-ulang kemacetan, solusi yang paling pas itu sudah harus disediakan lahan atau kantung parkir buat 270 truck sampah yang akan buang ke TPAS,” sebutnya.
Info Penulis
BagikanPages: 1 2