TMKab Bogor – Tabloid Mantap – kegiatan belajar masyarakat (PKBM) griya cendekia diduga sengaja melakukan manipulasi data pokok pendidikan (Dapodik) untuk menarik bantuan operasional Pendidikan (BOP) siswa atau warga belajar, tidak hanya itu, data peserta didik pun diduga banyak diambil dari luar wilayah kecamatan, sehingga mereka tidak dapat mengikuti pembelajaran secara langsung.sabtu /1/11/2025.
padahal, PKBM sebagai penyelenggara pendidikan non formal kesetraan itu seharusnya menjadi penunjang bagi masyarakat yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan dan memiliki ijazah.
“kementerian pendidikan kebudayaan riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI) telah menggelontorkan anggaran dari APBN pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) nonfisik berupa BOP kesetaraan bagi peserta didik yang tidak mampu tersebut”.
adapun syarat untuk menarik atau mendapatkan anggaran tersebut di antaranya adalah sebagai berikut, usia peserta didik tercatat dalam data pokok pendidikan (Dapodik) berusia 7 (tujuh) tahun sampai 21 (Dua puluh satu) tahun, kecuali lanjutan bisa di atas usia 21 tahun.
sementara besaran BOP kesetaraan yang diterima oleh Penyelenggara Pendidikan PKBM Paket A pertahunnya mencapai sebesar Rp1.300.000 per-peserta didik. sedangkan untuk Paket B sebesar Rp1.500.000 perorang/pertahun, dan untuk Paket C sebesar Rp1.800.000 per-peserta didik/pertahun.
salah satunya adalah PKBM griya cendekia yang beralamat perum griya cileungsi lll, blok A 1, No 11 A, desa mampir, kecamatan cileungsi, kabupaten bogor, jawa barat, di PKBM tersebut diduga tidak transparan soal data siswa atau warga belajar.
menaggapi data tersebut awak media mencoba mendatangi kantor PKBM griya cendekia untuk berdiskusi dengan kepala PKBM guna mengonfirmasi mengenai jumlah warga belajar di PKBM ini, namun sayang awak media tidak bertemu siapapun kantor sekretariat nampak kosong dan di gembok sehingga minim informasi.
Taupik saat dikonfirmasi oleh wartawan via pesan whatsapp “oiya pak nanti di sampaikan ke oprator biar nanti di sampaikan, belum bisa jawab takut salah,” kata ia
lebih lanjut kata taupik “saya dulu kerja PKBM griya cendikia tapi baru si ganti, karena aturan tidak bisa rangkap jabatan atau nyabang karena saya ada terkait dengan profesi lain, saya kalau di yayasan sebagai pelaksana umum, membantu yayasan untuk mengembangkan PKBM dan lain-lain karena pkbm saya juga yang merintis dari awal dengan yayasan, kita ada 9 rombel dan julah siswa ada 123 siswa, ralat pak pak jumlah siswa ada 124 siswa dan guru ada delapan orang,” ucapnya.
“jadi ini permainan yang katanya wartawan ya, hebat hebat hebat, sudah saya kasih tau sama guru operator yayasan kalau ada yang datang jangan di gubris hiraukan, atau bilang suruh ketemu saya, enggak ada yang boleh ketemu jangan di ladenin walaupun atasnamakan wartawan, harus ada izin dari saya dulu, biar saya pingin tau permainan nya seperti apa, jadi jangan salah kaprah akan membahayakan, permainan di mulai ya bang,” kata taupik yang mengaku sebagai pelaksana umum di yayasan PKBM tersebut. (Karim)
