TM Lebak – Gaji guru di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) PGRI Maja sudah 2 bulan tak kunjung dibayarkan, namun begitu sejumlah guru masih tetap mengajar memenuhi kewajibannya dan panggilan jiwa.
Salahsatu narasumber yang enggan disebut namanya mengatakan, tak hanya persoalan gaji guru, di SMK PGRI Maja juga beberapa waktu lalu mengadakan acara wisuda yang berkedok tasyakuran, dengan memungut biaya sebesar 520rb persiswanya.
“Makanya aneh kok bisa sampai gaji guru tertunggak tidak dibayar, padahal disitu sering kali banyak kegiatan yang memungut biaya kepada siswanya, serta yang jadi pertanyaan Dana Bosnya kemana.” Ungkapnya. Jum’at (13/06/2025)
Sementara itu, Sutisna Kepala Sekolah SMK PGRI Maja ketika dikonfirmasi terkait hal ini tidak membantah, iya mengatakan betul gaji guru tertunggak, namun ketika disinggung terkait pungutan wisuda yang berkedok tasyakuran dengan memungut biaya 520rb persiswa, Kepala Sekolah SMK PGRI Maja itu terdiam tak menjawab.
“Baru 1 bulan yang belum, kan ini baru awal bulan.” Singkat Sutisna melalui pesan WhatsApp ketika dikonfirmasi gaji guru yang tertunggak 2 bulan padahal sudah masuk pertengahan bulan.
Perlu diketahui, kebijakan memungut biaya wisuda sekolah tidak dibenarkan, karena sudah termasuk tindakan pungli yang memberatkan bagi orangtua siswa, dan tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nomor 60 tahun 2011 tentang larangan pungutan biaya pendidikan. (Rusli/Ga/*)
