Ciamis, – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy melalui OP SDA III menunjukkan respon cepat dalam menangani bencana tanggul jebol di Pamarican, Ciamis. Bencana ini menyebabkan banjir yang merendam perumahan warga dan sawah di sekitar area tersebut.
Jebolnya tanggul sungai sepanjang kurang lebih 30 meter di wilayah Blok Kubangcalincing, Dusun Kertajaya, Desa Sukahurip, mengakibatkan air masuk ke area persawahan dan merendam sekitar 200 hektare sawah.
BBWS Citanduy menerjunkan dua unit alat berat excavator dan dua unit dump truck untuk membersihkan sisa material di sekitar tanggul jebol dan kawasan pemukiman. Alat berat ini membantu mempercepat proses pembersihan dan normalisasi area yang terdampak banjir.
Sedikitnya 9 RT dan 2 RW terdampak banjir, dengan total 230 Kepala Keluarga atau 693 jiwa. Dua sekolah, yaitu MIN 4 Ciamis dan SDN 1 Bangunsari, terendam banjir dengan ketinggian udara sekitar 30-80 cm dan areal persawahan seluas kurang lebih 200 hektare juga sempat terendam.
Sementara itu pihak BBWS Citanduy melalui PPK OP SDA III, Ijang Agus Nurul Fuad, ST., saat ditemui di lokasi tanggul jebol menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan masyarakat selama proses pengerjaan berlangsung. PPK OP SDA III menyatakan bahwa penanganan tanggul sungai Citalahab tengah dilakukan untuk mencegah kembali banjir yang dapat memasuki perumahan warga, ungkapnya. Kamis, (12/02/2026)
Selanjutnya penanganan ini dilakukan untuk mengatasi banjir di pemukiman penduduk dan melakukan antisipasi ke depan agar tidak terjadi tanggul jebol lagi. BBWS Citanduy juga akan memberdayakan masyarakat desa setempat untuk mendeteksi titik-titik tanggul yang rawan jebol, tandasnya.
Masih di tempat yang sama, Pelaksana pembangunan tanggul jebol dari BBWS Citanduy, Masto, menyatakan bahwa mereka akan menyelesaikan penutupan tanggul yang jebol di Sungai Citalahab secepatnya jika cuaca mendukung agar sekitar masyarakat yang terdampak banjir tidak lagi merasa khawatir, katanya.
Dengan adanya respon yang cepat dan sinergi antar elemen masyarakat, diharapkan proses pemulihan pasca bencana dapat berjalan lancar dan masyarakat yang terdampak dapat kembali beraktivitas normal.
April