TM Lebak,-Pengerjaan fisik rabat beton jalan poros desa yang berada di kampung angsana dan kampung babakan rumbut Desa Nameng Kecamatan Rangkasbitung Lebak Banten baru beberapa pekan pengerjaannya sudah mulai ada keretakan panjang pada badan jalan,Rabu 12/06/2024.

Sumber dana untuk mengerjakan jalan poros desa dengan menggunakan betonisasi berasal dari dana APBDES T.A 2024, senilai 259.140.000 dengan volume panjang keseluruhan dari dua kampung yakni 35 meter dan 465 meter dengan lebar badan jalan 2,50 meter dan ketebalan beton 10 centi meter (CM) Yang di harapkan pengerjaannya maksimal.

Dari informasi yang didapat awak media, bahwa pengerjaan rabat beton tersebut dinilai sangat kurang maksimal dalam pengerjaannya dan kemungukinan tidak akan berumur lama bahkan menduga tidak akan kuat menahan beban, mengingat jalan tersebut tidak jarang dilalui mobil truck pengangkut bahan matrial dan angkutan lainnya.
Beberapa warga yang enggan di sebutkan namanya satu persatu mengatakan kepada awak media, jika pengerjaannya tidak maksimal dengan anggaran yang di ajukan kami sangat yakin jalan tersebut tidak akan berumur lama, buktinya belum ada dua pekan pengerjaan rabat beton tersebut sudah ada yang retak pada badan jalan jika terus di biarkan makan akan mengalami kerusakan lagi.
Seharusnya pihak desa menggandeng pegawas teknis yang betul betul paham dengan pengerjaan betonisasi, memaksimalkan anggaran yang cukup dan meminimalisir terjadinya dugaan kecurangan kecurangan di lapangan. Pungkas warga.
Masih dikatakan warga,jangan sampai anggaran yang di keluarkan oleh pemerintah untuk pembangunan jalan fisik poros desa tidak di serap dengan maksimal untuk pembangunan, kami berharap kepada pemerintah baik pemerintah desa, pihak dinas dinas terkait agar selalu mengontrol semua pekerjaan yang menggunakan dana APBN / APBD dan APBDES agar pembangunannya maksimal dan dapat di rasakan manfaatnya oleh masyarakat dengan waktu yang cukup lama.
Sementara itu, kepala desa nameng saat di konfirmasi awak media beberapa pertanyaan melalui pesan singgkat whatsApp hanya memberikan jawaban singkat.
” waalikumsalam wr wb kata siapa pak gak di padatkan ma’af bapa info dari siapa kalau gak di padatkan ada buktiya pak ma’af,”
Sangat di sanyangkan sampai berita ini tayang, pertanyaan yang di lontarkan awak media kepada kepala desa mengenai badan jalan yang sudah mulai ada keretakan. Namun, tidak ada jawaban balasan dari kepala desa nameng. (Ben/Tim)