TMWay Kanan – Camat Baradatu Pawit Abimaba,S.Pd ucapkan selamat memeringati Hari Kebangkitan Nasional ke-116 tahun, yang jatuh pada hari Senin tanggal (dua puluh) 20 Mei tepatnya ,Selasa (21/05/2024).
Pawit Abimaba, dalam peringatan ke-116 Hari Kebangkitan Nasional
” Setelah kita lalui bersama pasca pandemi covid-19 dua(2) tahun yang lalu, yang mana kondisi saat itu kita terpuruk di segala bidang, kini marilah kita bangkit bersama untuk membangun Baradatu, way kanan, Lampung serta Indonesia lebih maju lagi “. Ucapnya.
” Guna untuk mendukung pembangunan juga kemajuan kabupaten Way Kanan khususnya kecamatan Baradatu, kami galakkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui program-program yang didukung oleh pemerintah “, imbuhnya
Masih Pawit, ” untuk memberikan kesempatan bagi pelaku penggerak UMKM di seputaran kecamatan sekaligus hiburan bagi masyarakat, kita adakan Bazar murah dan pasar malam “, ungkapnya.
” Dengan diadakannya Bazar murah dan pasar malam yang diadakan di lapangan Sriwijaya kecamatan Baradatu ini, kami berharap dapat membantu dan mendongkrak perekonomian masyarakat khususnya pelaku penggerak UMKM juga warga sekitarnya terutama pemuda-pemudi karang taruna “, tambahnya.
” Harapan saya kedepannya kecamatan Baradatu maju lebih pesat dapat menjadi icon dan menjadi contoh bagi kecamatan lain “, tungkasnya.
” Kebangkitan Kedua Menuju Indonesia Emas ” 20 Mei 2024.
Lanjutnya, lebih dari seabad lalu, tepatnya pada 20 Mei 1908, lahir organisasi Boedi Oetomo, yang di masa itu telah menumbuhkan bibit bagi cita-cita mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Hari berdirinya Boedi Otomo inilah yang kelak menjadi simbol dari Hari Kebangkitan Nasional yang kita rayakan hari ini.
Boedi Oetomo menjadi awal mula tempat orang belajar dan berdebat tentang banyak hal, seperti pentingnya pendidikan barat bagi rakyat Hindia Belanda serta penyebaran pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang priayi atau bukan. Dari sana timbul pula pemikiran tentang pentingnya memperluas keanggotaan yang mencakup seluruh rakyat Hindia Belanda.
Apa yang telah dirintis Boedi Otomo dilanjutkan oleh banyak organisasi lain yang muncul belakangan. Nasionalisme Jawa khas Boedi Oetomo diperluas menjadi nasionalisme yang mencakup keseluruhan orang-orang di Hindia Belanda.
Sebelum Boedi Oetomo, adalah Kartini, perempuan dari kota kecil Jepara, yang mengawali lahirnya gagasan kemerdekaan, kebebasan, kesetaraan, keadilan, persaudaraan dan kemajuan, melalui tulisan-tulisannya yang tersiar ke penjuru dunia.
Dialah yang menggodok aspirasi-aspirasi kemajuan di Indonesia untuk pertama kali muncul sejak lebih dari seabad lalu.
Apa yang digagas Boedi Oetomo, Kartini dan para embrio bangsa, kemudian dirumuskan Bung Karno sebagai “jembatan emas”. Kemerdekaan dibayangkan Bung Karno sebagai sebuah “jembatan emas” yang akan membawa bangsa Indonesia menikmati kehidupan sejahtera lahir dan batin di atas tanah sendiri.
Mari kita rayakan kebangkitan nasional kedua menuju Indonesia Emas ”, Terangnya.