UpacaraHari santritingkat Kota Cirebon.tahun 2024. (Foto/Mahmud)
Lebih jauh, Pj Sekda menjelaskan bahwa tanpa peristiwa Resolusi Jihad, mungkin peristiwa puncak perlawanan masyarakat Indonesia pada 10 November 1945 tidak akan terjadi.
“Hari Santri tidak bisa dipisahkan dari Hari Pahlawan. Ini adalah bukti bahwa perjuangan santri merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa,” katanya.
Seperti yang diketahui, Tema Hari Santri 2024 yakni “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan,” diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi santri masa kini untuk meneruskan perjuangan para pendahulu.
“Seorang santri memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan kiai. Ini bukan hanya sekadar mengenang, tetapi juga beraksi dengan semangat yang sama menghadapi tantangan zaman modern,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan dan inovasi di era saat ini. “Santri harus percaya diri bahwa mereka bisa menjadi apa saja, termasuk pemimpin negara. Kesuksesan ini hanya dapat diraih melalui usaha dan ketekunan,” paparnya.
Di Hari santriPj Sekda mengajak para santri untuk terus berjuang melawan kebodohan dan kemunduran” Menurut PJ Sekda,Santri haruskuasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Teruslah, berinovasi dan berkontribusi untuk meraih kegemilangan masa depan Indonesia. Seperti pepatah di pesantren, ‘man jadda wajada’, barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil,” imbuhnya.
Di akhir amanatnya, Pj Sekda menegaskan bahwa Hari Santri bukan hanya milik santri dan pesantren, tetapi juga milik seluruh elemen bangsa yang mencintai tanah air.
“Mari kita rayakan Hari Santri bersama, dan doakan pahlawan-pahlawan kita yang telah berjuang demi kemaslahatan bangsa. Semoga mereka ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah,” tutupnya.
Upacara ini tidak hanya menjadi momen refleksi, tetapi juga panggilan bagi seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam mewujudkan cita-cita bangsa, melanjutkan perjuangan santri dalam merengkuh masa depan yang lebih baik bagi Indonesia. (Mahmud)
Info Penulis
BagikanPages: 1 2