
TM PRINGSEWU – Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas menghadiri pelantikan Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pringsewu 2026–2027 di Graha KH.Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Pringsewu, pada Selasa, 28 Juli 2026. Selain Bupati, acara ini juga dihadiri jajaran pemerintah daerah, DPRD dan forkopimda, PD Muhammadiyah serta jajaran rektorat dan akademika serta mahasiswa Universitas Muhammadiyah Pringsewu.
Menurut Bupati Pringsewu, pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian estafet kepemimpinan atau pembagian jabatan, melainkan bentuk pengakuan atas kepercayaan, sekaligus ujian kepemimpinan yang sesungguhnya. Dikatakan, saat ini kita tidak kekurangan orang pintar, namun yang langka adalah intelektual yang
relevan dan mau turun tangan.
“IMM ini dibentuk atas fondasi Tri Cipta, yakni Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas, dimana ini bukan sekadar slogan, melainkan jawaban atas tantangan jaman. Karenanya, pada momentum berharga ini, saya menitipkan tiga pesan strategis untuk seluruh kader IMM maupun mahasiswa lainnya di Kabupaten Pringsewu,” ucapnya.
Pesan-pesan tersebut, kata dia, adalah jangan puas menjadi kritis, tetapi solutif. Kritik dari mahasiswa, kata Bupati, adalah vitamin bagi pemerintah. Sehingganya kepengurusan ini harus menjadi laboratorium solusi bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Berikutnya kuasai literasi digital, dan jangan mau menjadi penonton. Terlebih tansformasi digital bergerak sangat cepat, sehingga mahasiswa tidak boleh hanya menjadi konsumen algoritma atau terjebak dalam arus hoax dan narasi destruktif di media sosial. IMM harus menjadi garda terdepan literasi digital yang mencerahkan,” ujar Bupati Riyanto Pamungkas.
Selanjutnya, yaitu Kolaborasi, sebagai kunci Nawacita Pringsewu Makmur. Dengan demikian, IMM tidak boleh berjalan sendiri, tetapi harus membangun sinergi yang harmonis, baik dengan pemerintah daerah, pemuda lintas organisasi, serta seluruh elemen masyarakat. Sehingganya, tidak perlu ada yang mempertanyakan apa yang daerah berikan kepada kita. Sebaliknya, kembangkan potensi dan berikan yang terbaik bagi daerah dan bangsa. (Diki)

