Cabup Purwakarta, Paslon Kang YADI dan Kang PIPIN. (Foto/Tim)
Ketiga, kata Kang Yadi. Nabi berhasil mempersaudarakan kaum Muhajirin yang hijrah dari Makkah ke Madinah, dan kaum Anshar, tuan rumah di Madinah. Berbagai kebutuhan kaum Muhajirin pada saat itu dipenuhi para sahabat Anshar dengan sukarela.
“Rasulullah datang membawa ajaran bahwa perbedaan suku seharusnya tidak menjadi penyebab terjadinya permusuhan dan peperangan, tapi seharusnya menjadi kekuatan untuk saling mengenal dan bekerja sama. Permusuhan harusnya dilakukan bukan karena perbedaan suku, tapi atas kejahatan dan kezaliman,” tuturnya.
Keempat, ungkap Kang Yadi. Nabi sangat menekankan bahwa semua orang mempunyai kedudukan yang sama di depan hukum. Setiap kejahatan yang dilakukan oleh siapa saja pasti diproses hukum sesuai dengan kadar kesalahannya.
“Rasulullah telah menjalankan secara konsisten kesetaraan di hadapan hukum (equality before the law), yang saat ini kita kenal sebagai salah satu prinsip hukum,” tandasnya.
Terakhir, tutur Kang Yadi. Nabi Muhammad.SAW, merombak sistem ekonomi berbasis riba. Nabi juga meletakkan dasar sistem ekonomi yang berkeadilan dan berakhlak. Sejak muda, Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai pelaku bisnis yang handal dan terpercaya.
Aktivitas ekonomi yang diajarkan Nabi tidak semata untuk menumpuk pendapatan, namun juga diimbangi dengan pemerataan pemanfaatannya. Dia bilang, optimalisasi kepemilikan aset diperbolehkan, selama tetap menjaga keseimbangan, agar kekayaan tidak dimonopoli pihak tertentu.
“Rasulullah sangat memperhatikan pemerataan ekonomi ini, sebab hal itu menjadi salah satu pilar perubahan masyarakat yang dilakukan oleh beliau. Kesenjangan ekonomi yang lebar bisa menjadi bom waktu terjadinya kerusuhan sosial, yang pada gilirannya bisa menghancurkan negeri tersebut,” tuturnya.
Calon Bupati YAKIN dengan Nomor urut 2 ini mengajak agar lima pilar langkah Nabi dalam menggerakkan perubahan tersebut patut diteladani dan terus digelorakan sebagai inspirasi gerakan nasional menuju Indonesia Maju dan berkembang,tegasnya.”
“Kita bangsa Indonesia yang bagian terbesar penduduknya beragama Islam sangat layak untuk meneladani apa yang telah beliau lakukan. Sehingga bangsa kita bisa bangkit dan menjadi bangsa terbaik di masa mendatang,” pungkasnya.
Kegiatan Peringatan Maulid Nabi ini di buka oleh hadroh serta di lamjutkan dengan pembacaan kitab suci Al- Qur,an yang kemudian di lanjutkan dengan ceramah para Habib yang mengikuti kegiatan Maulid Akbar ini,ucap Kang Yadi dengan penuh YAKIN.
Sementara, menurut penuturan Rd.Raman Samsuri Kusuma Wijaya.SE.CLA yang juga selaku Tokoh budayawan Nasional dari Dinasti Kaluhuran Galuh Pakuan Pajajaran ( KGPP ) mengatakan. Purwakarta Yakin Ngahiji……saatnya kaum agama dan kaum budaya bersatu untuk kemajuan purwakarta ,sehingga terwujud kembali kota tasbih dan kota santri yang tetap menjunjung tinggi budaya warisan leluhur bangsa. Mari kita buang sekat yang selama ini sengaja diciptakan untuk supaya kaum agama dan kaum budaya di benturkan, sudah saatnya kita bersatu padu dengan sifat silih asah silih asih dan silih asuh. Silih memberikan kewangian SILIWANGI, ucap Kakang Prabu biasa beliau di sapa.”
Kegiatan peringatan Maulid Nabi ini di hadiri oleh para Tokoh Agama, Ketua MUI, Tokoh Pemuda, Tokoh masyarakat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Banser, Karang taruna, para Ketua DKM, Kasi Trantib, para Ketua Rt, Kepala Dusun, beserta para ratusan jamaah. ( Red )