Cabup Purwakarta, Paslon Kang YADI dan Kang PIPIN. (Foto/Tim)
Kegiatan peringatan Maulid Nabi Akbar tersebut dengan Tema “PURWAKARTA NGAHIJI MERAIH SYAFAAT DENGAN SHOLAWAT MENUJU PURWAKARTA PENUH RAHMAT”
Kang Yad menuturkan, dalam perjalanan historis, Nabi Muhammad SAW membuktikan bahwa perubahan peradaban dari masyarakat yang diliputi kebodohan (jahiliyah) menuju umat terbaik (khaira ummah) dapat dilakukan. Dia bilang, Rasulullah berhasil memimpin perubahan yang fundamental tersebut hanya dalam tempo 23 tahun.
Kang Yadi menjelskan. Di dalamnya terdapat lima hal penting bila memperhatikan perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan perubahan. . Pertama, perbaikan akhlak dan mental sebagai prioritas, karena merupakan pondasi khaira ummah.
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak,” kata Kang Yadi.”
Sebelum diangkat sebagai nabi, kata Yayan. Muhammad muda sudah dikenal sebagai figur berkarakter mulia. Karena akhlaknya yang baik, jujur, dan dapat dipercaya, ia oleh penduduk Mekkah pada saat itu diberi gelar ‘Al-Amin’.
Kedua, lanjut Kang Yadi. Nabi dapat mempersatukan suku-suku yang bermusuhan dengan elegan. Dia menceritakan, awal masa kenabian, masyarakat Arab terfragmentasi dalam beberapa kabilah. Adapun masing-masing kabilah diselimuti fanatisme golongan yang kuat.
“Supremasi suku diukur dari dominasi kekuatan tempurnya, disusul supremasi ekonomi. Antar suku berebut pengaruh dan saling menundukkan. Jika kekuatan berimbang, permusuhan antar suku bisa berlangsung lama,” terangnya.”