Suasana di kantor desa cikalahang usai warga masyarakat lakukan audensi menuntut pipanisasi kepada pdam tirtakamuning danpttkas Jumat(21/8/2026)Di aula desa cikalahang.
TM,Kabupaten Cirebon – Pemerintahan Desa Cikalahang Kecamatan Dukuh Puntang Kabupaten Cirebon Jumat(21/8/2026)mendadak ramai kedatangan puluhan warga Desa Cikalahang yang menuntut kepada PDAM TirtaKamuning atau PDAM Kabupaten Kuningan bersama PTKAS segera mrlaksanakan pipanisasiyangdiperuntukanmegaliri air untuk wargamasyarakat Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon karena sudah lama sawah warga tidak terairi air akibat sumbermata airkaki gunung ciremai di gunakan dan dijual oleh PDAM Tirta Kamuningke Kabupaten Indramayu sehingga sawah warga desa cikakalahang menuntut janji PDAM tirta kamuning yangakan melakukaan pipanisasi untuk di aliri air kesawah warga Dandalammenggelar aksi audiensitersebutmaka didapat kesepakatan dalam jarak dua minggu kedepan akan dimulai pekerjaan pipanisasi tersebut.
Audiensi yang dipimpin langsung oleh Kuwu Desa Cikalahang Kusnan iniberlangsung di Aula Kantor Desa Cikalahang.
Kusnan mengatakanPertemuan ini diinisiasi menyusul adanya Surat Permintaan Audiensi dari Kelompok Masyarakat Desa Cikalahang Nomor 451/02-Pokmas/Audiensi tertanggal 18 Agustus 2026. Ucapnya.
Menurut Kusnanpertemuan iniBerfokus pada pembahasan dan pencarian solusi konkret atas sengketa pengadaan proyek pipanisasi air bersih yang telah terbengkalai.
Kusnan menambahkan bahwa pihaknya telah mengantongi komitmen dan kejelasan dari pihak penyelenggara terkait kelanjutan proyek tersebut.
“Alhamdulillah, sudah dapat kejelasan dari pihak PDAM maupun pihak ketiga (PT TKAS) sendiri. Untuk proyek pipanisasi ini dipastikan akan mulai dilaksanakan dalam waktu dua minggu ke depan.Paparnya.
Mudah-mudahan apa yang telah disampaikan dan dijanjikan dalam audiensi tadi bisa benar-benar terwujud,” ujar Kusnan saat ditemui usai rapat.
Kusnan menegaskan bahwa tuntutan masyarakat ini sangat mendasar demi pemenuhan hak keadilan sosial. Terlebih lagi, warga setempat tercatat sudah mengalami krisis pasokan air bersih selama hampir dua tahun terakhir.
Situasi diperparah karena saat ini wilayah Kabupaten Cirebon tengah memasuki musim kemarau atau periode pengeringan lahan.
Minimnya pasokan air konsumsi dan irigasi membuat warga bergerak meminta ketegasan dari pihak pemerintah desa selaku garda terdepan pelayan masyarakat.
“Warga kami sudah sabar menunggu kurang lebih dua tahun. Sekarang kita sedang menghadapi musim pengeringan (kemarau), jadi sangat wajar apabila masyarakat mengacu dan datang kepada kami sebagai Kepala Desa untuk menuntut hak-hak mereka.
Tugas kami adalah mengawal aspirasi ini agar keadilan distribusi air bersih benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkas Kusnan.
Melalui komitmen dua minggu ini, Pemerintah Desa Cikalahang berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menepati kesepakatan audiensi, sehingga konflik krisis air di kawasan kaki Gunung Ciremai ini bisa segera terselesaikan dengan kondusif.
Sementara itu , perwakilan pihak PT TKAS mengatakan pihaknya akan melaksanakan sesuai perjanjian yang sudah di sepakati bersama dengan warga dan pihak desa mengerjakan pelaksanaan pipanisasi dua Minggu ini.Pungkasnya.(Mahmud).

