TMKab-Bogor – Tabloid Mantap – banyaknya program yang dikeluarkan oleh pemerintah demi meringankan beban rakyat miskin seperti PKH,BPNT,BLT-DD, namun program-program tersebut tersalurkan tidak tepat sasaran, dari jaman covid hingga sekarang, hanya segelintir orang yang benar-benar mendapatkan bantuan tersebut, sisanya tersalurkan pada orang yang salah alias tidak tepat sasaran, bukan orang miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan tersebut melainkan yg mampu, memiliki perusahaan bahkan ladang dan sawah. senin/3/11/ 2025.
hasil investigasi media di lapangan banyak kejanggalan dalam pembagian bantuan tersebut, entah sistem apa yang di gunakan oleh aparatur pemerintah desa buanajaya, kecamatan tanjungsari, kabupaten bogor, yang pasti pembagian bantuan tersebut banyak yang tidak tepat sasaran, bukan janda janda tua yang sakit-sakitan atau orang miskin yang tidak mampu dan tak berpenghasilan tetap, yang semestinya layak mendapatkan bantuan tersebut dan yang tidak memiliki penghasilan, namun malah orang sehat, punya penghasilan dan memiliki ladang atau sawah yang mendapatkan bantuan tersebut.
menurut beberapa warag desa buanajaya yang engan di sebutkan namanya “didiyeu mah pamarentah desana unu menang bantuan teh rata-rata dulur RT dulur RW dulur prangkat desa, jeung pendukung pendukungnya, pembangunan oge loba di wilayah menehna/kampung cibereum wae,
disini pemerintah desanya yang dapat bantuan rata-rata sodara RT/RW sodara perangkat desa, dan para pendukungnya, pembangunan juga banyaknya di wilayah kades di kampung cibereum,” ujar salah satu warga dengan nada sedih dan kesal sambil berurai air mata.
sambung warga lain menambahkan seorang janda tua yang yang memiliki penyakit per dua minggu harus kontrol ke RSUD “saya hanya seorang janda tua suami udah lama meninggal, dan ke desa pun suda beberapa kali mengajukan BPJS gratis KK sudah di minta dan rumah pun sudah di poto beberapa kali, karna setiap hujan rumah saya pada bocor pada lapuk kena air hujan, mana saat ini harus kontrol ke rumah sakit setiap dua minggu sekali pak, uang buat berobat pun pinjam sana sini,” kata ia sambil berurai air mata,
hampir dibeberapa desa terjadi hal tersebut di wilayah kecamatan tanjungsari, kabupaten bogor, di desa desa tersebut, ada beberapa janda miskin bahkan tidak memiliki penghasilan yang tidak dapatkan bantuan apapun dari sekian banyaknya bantuan,bahkan dari jamannya covid 19, banyak masyarakat yang tidak sama sekali mendapatkan bantuan dari manapun, di saat ekonomi ambruk usaha sedang sulit semua orang menjerit, namun kebanyakan orang-orang hanya jadi penonton, yang selalu dapat bantuan hanyalah orang itu itu juga sedangkan yang tidak dapat sampai hari ini pun tidak pernah mendapatkannya.
pemerintah pusat dinsos ataupun kemensos jangan mengandalkan data atau berkas yg sudah bertahun tahun, harus turun kelapangan cek data setiap desa sudah tepatkah bantuan yang diberikan buat rakyat yang benar-benar harus dibantu, atau malah salah sasaran, yang di khawatirkan adanya kong kalingkong antara pemerintah desa yang menipulasi data sehingga yang dapat bantuan tersebut bukan orang yang benar-benar harus dibantu melainkan orang-orang yang dekat dengan pemerintah desa tersebut.
dengan adanya hal tersebut pemerintah harus transparan dan adil dalam membuat keputusan jangan sampai yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin, sampai berita ini diterbitkan belum ada keterangan dari dinas sosial (dinsos) karena setiap ada bantuan RT selalu bilang ini data dari dinsos atau dari atasan. (Karim)
