September 16, 2026
18:27
Search for:
log tm panjang
banner-promo-1120-wu-1-1.png
  • Beranda
  • Metropolitan
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum dan Politik
  • Investigasi
  • Opini dan Edukasi
  • Entertain dan Sport
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Menu
  • Beranda
  • Metropolitan
  • Daerah
  • Nasional
  • Hukum dan Politik
  • Investigasi
  • Opini dan Edukasi
  • Entertain dan Sport
  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
Skip to content
  • Home
  • Utama
  • Mahasiswa Dipukul Saat Kritik Militer: BEM Nusantara Banten Soroti Ancaman Nyata Demokrasi
  • Utama

Mahasiswa Dipukul Saat Kritik Militer: BEM Nusantara Banten Soroti Ancaman Nyata Demokrasi

Avatar Redaksi April 22, 2026 2 minutes read

Tabloid Mantap | Serang – Aksi yang digelar oleh BEM Nusantara Banten di depan Korem pada Rabu, 22 April 2026 yang semula berlangsung damai, berujung insiden kekerasan terhadap mahasiswa.

Peristiwa terjadi saat Presiden Mahasiswa Untara tengah menyampaikan kritik terkait isu impunitas hukum, peradilan militer, dan kecenderungan remiliterisasi. Dalam momen tersebut, yang bersangkutan mengalami tindakan represif berupa pemukulan mundur dan tamparan keras yang diduga dilakukan oleh oknum aparat.

Insiden ini memicu kecaman luas dari kalangan mahasiswa, karena dinilai bertentangan dengan hak kebebasan berpendapat yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945, sekaligus memperkuat kekhawatiran atas praktik kekerasan dan impunitas aparat.

Koordinator Daerah BEM Nusantara Banten, M. Qolby Yusuf, menyampaikan bahwa kejadian ini justru membuktikan relevansi isu yang diangkat mahasiswa.

“Apa yang terjadi hari ini bukan sekadar insiden, tetapi cerminan nyata bahwa kritik terhadap impunitas dan remiliterisasi memang sedang dihadapi dengan pendekatan represif. Ketika mahasiswa berbicara, lalu dibalas dengan tamparan, itu bukan hanya melukai individu, tetapi juga melukai demokrasi.”

Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut menunjukkan persoalan serius dalam relasi antara aparat dan masyarakat sipil.

“Ini bukan lagi soal satu orang yang ditampar. Ini soal bagaimana negara merespons kritik. Jika kekerasan menjadi jawaban, maka kita sedang bergerak mundur dari prinsip negara hukum.”

BEM Nusantara Banten menilai bahwa peristiwa ini tidak bisa dilepaskan dari konteks yang lebih luas, yakni menguatnya kekhawatiran terhadap praktik impunitas serta perluasan peran militer di ruang sipil yang tengah menjadi perbincangan nasional.

Meski demikian, mahasiswa menegaskan bahwa insiden tersebut tidak akan menyurutkan langkah gerakan.

“Kami tidak akan mundur. Justru ini menjadi alasan bagi kami untuk semakin konsisten menyuarakan keadilan dan supremasi sipil.”

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ruang demokrasi tidak hanya diuji melalui regulasi, tetapi juga melalui bagaimana aparat merespons kritik di lapangan.(Rusli)

Info Penulis

Avatar

Redaksi

editor

See author's posts

Bagikan

Post navigation

Previous: Kolaborasi BPN dan Kejati Banten, Dorong Penanganan Masalah Pertanahan Lebih Efektif
Next: Polda Banten Amankan 8 Kendaraan dan 1 Alat Berat Terkait Dugaan Aktivitas Tambang Batu Bara Ilegal di Bayah

Berita Terkait

66b89ad1-450a-4b9b-b07d-a1a8277dbfc3
  • Utama

Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat

Avatar Redaksi September 16, 2026
94152406-649e-488f-bc16-600a84b26e34
  • Utama

Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan

Avatar Redaksi September 15, 2026
img_2120
  • Utama

Pelayanan di BPN Kota Tangerang Normal, Usai Kepala Kantor Pertanahan Terseret OTT KPK

Avatar Redaksi September 15, 2026

Recent Posts

  • Terima Barang Rampasan Negara dari KPK, Sekjen ATR/BPN: Untuk Mendukung Layanan kepada Masyarakat
  • Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan
  • Pelayanan di BPN Kota Tangerang Normal, Usai Kepala Kantor Pertanahan Terseret OTT KPK
  • Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Pati Manfaatkan Kotoran Ayam dan Bebek menjadi Pupuk Kompos
  • Presdir Summarecon dan Kepala BPN Bogor Terjaring OTT KPK, Kuasa Hukum Ahli Waris Tanah Nagrak: Tuhan Tidak Tidur

Recent Comments

  1. Benny mengenai LPK-RI Cirebon Dampingi Korban Dugaan Penipuan Berkedok Pelatihan Kapal Pesiar Lapor ke Polresta Cirebon
  2. X mengenai LPK-RI Cirebon Dampingi Korban Dugaan Penipuan Berkedok Pelatihan Kapal Pesiar Lapor ke Polresta Cirebon
  3. Redaksi mengenai Diduga Kabid (PNF) kabupaten Bogor Membela (PKBM-PKBM) Yang Nakal Dan Membenarkan Ijazah Yang Dikeluarkan oleh Salah Satu PKBM Belum Pada Waktunya
  4. Redaksi mengenai Warga RT 05 MC.Timur Buka Warung Amal untuk Mendukung Peserta Pawai Ta’aruf MTQ 2025
  5. Rusman mengenai Warga RT 05 MC.Timur Buka Warung Amal untuk Mendukung Peserta Pawai Ta’aruf MTQ 2025

Copyright ©2026.Tabloid Mantap.