TMKab Bogor – Tabloid Mantap – warga soroti Jalan yang berlokasi di depan pasa wanaherang, kecamatan Gunung putri, kabupaten bogor, Jawa Barat, yang dijadikan tempat parkir liar yang memakan bahu jalan. Sebab, kondisi ini membuat jalan tersebut menjadi macet, terutama di jam-jam aktivitas para karyawan Hendak berangkat kerja di pagi hari sekitar pukul 06.30, dan di sore hari di saat para karyawan peluang kerja di sore hari kemacetan semakin parah bahkan bisa smpai ber jam jam penyebabnya banyak kendaraan sepeda bermotor pada parkir di bahu jalan yang sedang berbelanja di pasar wanaherang tersebut. Senin/27/10/2025.
Pantauan tim media senin (27/10/ 2025) sekitar pukul 07.00 WIB, mayoritas kendaraan yang terparkir adalah sepeda motor. Seorang juru parkir (jukir) berseragam rompi tampak mengatur kendaraan di sisi jalan, tepat di depan pasar wanaherang dan memungut biaya RP 2000 rupin per motornya.
Padahal, di lokasi pasar wanaherang tersebut sudah di sediakan lahan parkir. di lantai dasar pasar wanaherang, Namun, bahu jalan tetap dipenuhi kendaraan, sehingga membuat arus lalu lintas tersendat.
menurut beberapa pengendara yang di wawancara tim wartawan, ‘Kalau jam sibuk, macetnya lumayan panjang karena banyak motor parkir di pinggir jalan. Padahal sudah jelas di pasar wanaherang tersebut udah di sediakan lahan parkir” ujar salah seorang seorang pengendara yang setiap hari melintas di jalan tersebut.
lalu tim media mendatangi kantor satpol PP kecamatan gunung putri, dan hendak konfirmasi tapi sangat di sayangkan hamzah selaku ketua satpol PP kecamatan gunung putri tidak ada di kantor nya, terkait adanya pembiaran parkir liar kendaraan di bahu jalanan yang dampaknya sangat merugikan banyak orang, dan parkiran tersebut memungut biaya sebesar Rp (2000) dua ribu rupiah dan ini jelas adalah (pungli) pungutan liar.
Fenomena parkir liar di bahu Jalani inii dinilai merugikan pengendara lain. Sebab, mempersempit ruang gerak kendaraan. Selain itu, keberadaan jukir yang mengatur parkir seolah melegalkan praktik tersebut. warga berharap pemerintah bersama aparat terkait bisa segera turun tangan.(karim)
