Proyek jalan rabat beton desa tumberep diduga tidak sesuai spe
TM. Batang
Proyek Pebangunan rabat beton di dukuh rembul desa tumberep kecamatan bandar kabupaten batang. diduga dikerjakan asal jadi yang kurang sesuai dengan rencana anggaran biaya (Rab), selasa ( 17 – 09 – 2024)
Pasalnya, rabat beton desa yang menelan anggaran kurang lebih Rp 252.660.000tahun anggaran 2024 yang terlihat pada papan proyek. saat di kroscek dilapangan dari hasil pengerjaannya diduga terkesan asal jadi
Terlebih ada banyak material yang tidak digunakan diantaranya plastik/ terpal sebagai landasan bawah, tidak terpasang besi bertulang dll
Muhammed Najid selaku kades tumberep saat kami kon firmasi prihal proyek tersebut “waduh itu urusan Tpk mas, semua tak pasrahkan beliau “Ungkapnya” Di kesempatan yang sama TPK pun dihadirkan (rury)
Poin dari pertanyaan tersebut, mengenai spek dan kubikasi anggaran terlalu besar.
” Pada dasarnya kita sudah sesuai RAB, kubikasinya ya sudah sesuai aturan. Kita pakai K 225 .Jelasnya
Namun fakta dilapangan berbeda hasil investigasi tim awak media dilokasi, banyak menemukan kejanggalan dari kegiatan proyek jalan rabat beton tersebut. Terlihat dari papan kegiatan dari jumlah volume P =500 m X 3m X 0,12 m total anggaran 252.660.000 dari dana desa, fisik proyek tersebut., terlebih dipihak ketigakan.
Guna obyektifnya berita ini langkah inspektorat kab batang perlu andil dalam hal ini, terutama dugaan kami ‘terkait adanya mark up anggaran dari proyek jalan rabat beton desa tumberep.
(Bs)
Rabat beton adalah jenis campuran beton yang terbuat dari semen, pasir, dan kerikil, dengan kandungan semen yang biasanya kurang dari 10%. Rabat beton memiliki kepadatan yang relatif rendah, sehingga sering digunakan sebagai alternatif untuk tanah yang telah dipadatkan dan tidak memakai besi bertulang.
Jadi, kalo pakai besi itu namanya bukan rabat beton. Hehehe….