Monday, December 8, 2025
spot_img
HomeMetropolitanAda Permintaan Sejumlah Uang Terlontar dari Oknum Polisi Dalam Kasus Tawuran di...

Ada Permintaan Sejumlah Uang Terlontar dari Oknum Polisi Dalam Kasus Tawuran di Beji Depok

advertisment
Google search engine
advertisment
Google search engine
TM Depok – Merasa menjadi korban, keluarga terduga pelaku tawuran di jalan Ridwan Rais depan SMP/SMA Muhammadiyah kelurahan Beji Timur mengeluhkan proses penangkapan yang dilakukan oleh petugas kepolisian dari Polsek Beji Timur. Bahkan, keluarga terduga pelaku tawuran merasa kaget dengan adanya permintaan sejumlah uang dari oknum petugas kepolisian berikut dengan keluarga korban yang kurang wajar dengan maksud sebagai barter untuk kebebasan puteranya tersebut.
“Saya cuma penjual cilok pak, Saya Shok pas saya dateng ke Polsek Beji, diminta uang pengobatan sebesar 20jt oleh pihak keluarga korban tidak bisa kurang lagi titik yah ucap bapak si korban saya ngga sanggup pak dan ngga ada uang,sedangkan saya untuk makan saja pas-pas an,” ungkap Ibu terduga pelaku tawuran (D) kepada awak media dikediamanya, Rabu (26/11/25).
“Saya juga langsung diminta uang administrasi oleh oknum polisi berinisial Bripka YHL, dia bilang ibu juga harus siapkan uang sebesar 10jt untuk admin dan tidak bisa ditawar lagi, saya sudah pasrah pak rasanya sudah tidak ada rasa keadilan buat orang susah seperti saya,” ujarnya menjelaskan proses yang dialami Ibu dari terduga tersangka.
Sehingga perwakilan keluarga pelaku mencoba memediasi langsung ke kediaman keluarga korban. Saat korban yang di wakili oleh ayah kandung korban menerima uang santunan sebesar 1.5 juta, ayah korban mengucapkan menerima dan akan mencabut laporan di sektor Beji sesuai didalam surat perjanjian damai.
Namun mirisnya, ketika inisiatif untuk pencabutan pelaporan yang merupakan hasil damai dengan pihak korban justeru menjadi kabar makin memilukan bagi keluarga dari terduga tersangka pelaku tawuran. Dimana, ayah korban malah justeru meminta uang sejumlah 20 Juta untuk pengobatan anaknya, yang mana sebelumnya telah menerima dengan ikhlas uang 1,5Juta dari keluarga terduga pelaku.
Spekulasi dari keluarga pelaku pun tak bisa terhambat dimana Ibu (D) meyakini ada pengaruh negatif dari oknum tak bertanggung jawab untuk mengubah keputusan ayah korban itu. Dengan kejadian tersebut, keluarga terduga pelaku justeru hendak membuat LP tandingan atas adanya proses ketidakwajaran tersebut ke Polres Metro Depok. Polda Metro Jaya.
Sebelumnya, awak media telah menemui terduga pelaku tawuran yang terjadi persis didepan SMA Muhammadiyah, Jl Ridwan Rais, Beji Timur, Kota Depok. Langsung mendengar keluhan korban yang telah diamankan oleh petugas kepolisian Polsek Beji itu, terduga pelaku menuturkan bahwa pihaknya tidak merasa membacok korban.
“Saya tidak langsung membacok korban, awal nya korban yang menggunakan senjata celurit nya sendiri ingin membacok saya saat tawuran. Kemudian senjata itu terjatuh, lalu saya mengambil senjata tersangka dan memukul balik. Saya baru 18 Tahun bang ini aja saya sebenernya ujian sekolah,” Ujar H saat di temui awak media di ruang tahanan Polsek Beji, Rabu (26/11/25).
Menindaklanjuti keluhan keluarga terduga pelaku tawuran tersebut, media ini akan coba mendatangi Polsek Beji guna bisa mendapat klarifikasi. (RDI)
spot_img
RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

You cannot copy content of this page