
LEBAK – Komitmen pemerintah dalam memberikan pengakuan dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat hukum adat kembali ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Tanah Ulayat yang diselenggarakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Desa Guradog, Kabupaten Lebak. kamis, (02/07).
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta didampingi oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam mendukung pengakuan, perlindungan, dan penataan tanah ulayat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Suasana penuh kehangatan mewarnai jalannya kegiatan. Rombongan Kementerian ATR/BPN beserta jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak disambut langsung oleh Kepala Kesepuhan Guradog bersama para tokoh adat dan masyarakat. Sambutan tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam menjaga keberlangsungan hak-hak masyarakat adat yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Melalui sosialisasi ini, masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya pengakuan, pendataan, serta perlindungan tanah ulayat sebagai bagian dari upaya menghadirkan kepastian hukum atas wilayah adat. Selain itu, kegiatan ini menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat adat dalam menyamakan persepsi terkait mekanisme penetapan tanah ulayat sesuai regulasi yang berlaku.
Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak menegaskan bahwa keberadaan tanah ulayat tidak hanya memiliki nilai hukum, tetapi juga mengandung nilai sejarah, sosial, budaya, dan identitas masyarakat hukum adat yang harus dijaga bersama.
Melalui kolaborasi yang erat antara Kementerian ATR/BPN, Kantor Pertanahan Kabupaten Lebak, Forkopimda, pemerintah daerah, serta masyarakat adat, diharapkan proses pengakuan dan perlindungan tanah ulayat dapat berjalan secara optimal.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menghadirkan kepastian hukum di bidang pertanahan sekaligus menjaga kelestarian adat, budaya, serta kearifan lokal sebagai warisan bangsa untuk generasi mendatang. (Ben)

