Bupati cirebon Imron Saat hadiri penyerahan remisibagi 1279 warga binaan lapas narkotika cirebon Senin(17/8/2026)Di Desa gintung tengahkecamatan ciwaringin Kabupaten cirebon.
TM,Kabupaten Cirebon — Bupati Cirebon Imron menghadiri kegiatan penyerahan remisi kepada warga binaan pemasyarakatan di Lapas Narkotika Kelas IIA Desa Gintung Tengah, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon, dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Penyerahan remisi tersebut dihadiri pula oleh jajaran DPRD serta jajaran pimpinan Lapas Narkotika Cirebon. Bupati Imron menyoroti kondisi kapasitas lapas yang mengalami peningkatan drastis.
Lapas yang berkapasitas ideal sekitar 400 orang, kini dihuni oleh lebih dari 1.400 warga binaan. Menurutnya, tingginya angka penghuni lapas menunjukkan bahwa peredaran narkoba masih marak terjadi di wilayah Cirebon.
“Artinya bahwa di negara kita ini, khususnya di Cirebon, ternyata narkoba itu masih sangat banyak beredar,”ucap Imron, Senin (17/8/2026).
Imron menegaskan, upaya penanggulangan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan aparat keamanan atau pemerintah daerah semata.
Benteng pertahanan yang paling utama terletak pada kepekaan keluarga dan orang tua dalam mengawasi tingkah laku anak-anak mereka.
Jika melihat indikasi mencurigakan, orang tua diimbau agar segera mencari arahan atau bantuan langkah pencegahan.
Imron menambahkan, penyalahgunaan narkoba menyasar berbagai lapisan sosial. Golongan masyarakat kurang mampu sering kali tergiur menjadi pengedar demi memperoleh penghasilan, sementara kelompok berada menganggap bisnis narkoba ringan namun menghasilkan uang dalam jumlah besar.
“Narkoba itu menghancurkan masa depan. Jika tidak ada niat kuat, akan sangat susah untuk lepas. Karena itu, benteng utamanya adalah kepekaan orang tua, ilmu, dan pemahaman agama,” tegasnya.
Di samping memberikan peringatan terkait bahaya narkoba, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon atas program pembinaan yang berjalan di dalam lapas.
Selain mendapatkan pembinaan mental dan kerohanian, warga binaan dibekali berbagai pelatihan keterampilan ekonomi kreatif dan UMKM.
Imron berharap agar bekal keterampilan yang didapatkan selama masa penahanan dapat terus dikembangkan setelah warga binaan selesai menjalani masa pidana.
“Kami harap kepada anak-anak binaan dan narapidana yang dapat remisi, lakukan kegiatan yang positif. Ketika keluar nanti, jangan lakukan perbuatan itu lagi, tetapi kembangkan keterampilan ekonominya di tengah masyarakat,” pesan Imron.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Cirebon, Machda Landasny menuturkan, dari total 1.427 warga binaan yang menghuni lapas saat ini, sebanyak 1.279 orang berhasil memenuhi syarat substantif dan administratif untuk mendapatkan pengurangan masa pidana.
Sementara itu, 148 orang sisanya belum mendapatkan remisi, karena beberapa alasan, seperti terpidana hukuman seumur hidup, sedang menjalani pidana kurungan subsider, dan kendala administratif lainnya.
“Kapasitas ideal Lapas Narkotika Cirebon ini sebenarnya untuk 460 orang, namun saat ini dihuni oleh 1.427 warga binaan,” ujar Machda.
“Meskipun dalam kondisi overcapacity, kami tetap berkomitmen penuh mengoptimalkan pengawasan, pengamanan, serta program pembinaan,” tuturnya.
Machda menjelaskan, selama menjalani masa pidana, warga binaan mendapatkan dua fokus pembinaan utama, yaitu pembinaan kerohanian/kepribadian serta pembinaan kemandirian.
Pembinaan kerohanian rutin dilaksanakan melalui pengajian bekerja sama dengan Kementerian Agama setempat, diselingi kegiatan olahraga jasmani setiap pagi dan hari Sabtu.
Sedangkan di bidang kemandirian, lanjut Machda, Lapas Narkotika Cirebon membekali warga binaan dengan berbagai keterampilan ekonomi kreatif, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta program ketahanan pangan.
Pihak lapas bahkan mengundang instruktur profesional dari Arjawinangun dan Cirebon untuk melatih para narapidana.
“Warga binaan yang sudah mahir nantinya mengajarkan keahlian tersebut kepada rekan-rekannya. Selain itu, melalui Koperasi Pegawai, kami mengelola peternakan ayam petelur sebanyak 500 ekor dan berencana menambah 500 ekor lagi di luar area lapas. Hasilnya kami pasok ke BAMA, kantin, maupun masyarakat umum,” kata Machda. (Mahmud).

