Koalisi Masyarakat Anti Korupsi Desak KPK Usut Tuntas Kasus Dana Hibah DPRD Jawa Timur. (Foto/Tim)
Sebagai informasi, M. Fawaid atau biasa akrab dipanggil Gus Fawaid merupakan Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Jatim. Selain itu, Gus Fawaid diduga kuat terindikasi terlibat kasus dana hibah DPRD Jatim dan pernah diperiksa oleh KPK RI.
“Jadi kami meminta KPK RI untuk mengusut tuntas kasus dana hibah DPRD Jatim ini sampai ke akar-akarnya. Jangan sampai kasus ini jadi mainan isu politik yang bisa digunakan untuk kepentingan tertentu,” jelas Budiman.
Aksi KOMAK dan APMA ini juga meminta kepada Gus Fawaid untuk mundur dari pencalonan Bacabup Bupati Jember. Agar Gus Fawaid bisa berkonsentrasi pada dugaan kasus yang menjerat dirinya.
“Gus Fawaid kami minta mundur dalam pencalonan Bacabup Jember dan berkonsentrasi pada dugaan kasus hukum yang menimpanya,” himbau Budiman.
Masyarakat Jember kata dia, adalah basis kota santri dan menolak tampilkan kandidat Bacabup Jember yang terindikasi korupsi. Apalagi kalau terpilih dan malah jadi tersangka, masyarakat Jember lah yang akan dirugikan.
“Masyarakat santri Kabupaten Jember menolak Calon Bupati bermasalah dan terindikasi kasus korupsi. Jadi kami mohon jangan sampai di Jember terpilih calon-calon Bupati yang bermasalah dan tidak memiliki integritas,” ujar Budiman.
Terakhir aksi ini membubarkan diri secara tertib jam 13.30 WIB dengan didampingi aparat kepolisian. Budiman selaku Korlap Aksi KOMAK dan APMA menghimbau massa membubarkan diri dan langsung mengirim surat desakan ke bagian admin kantor KPK.
“Kami massa KOMAK dan APMA juga sudah mengirim surat desakan dan dukungan kepada KPK RI untuk mengusut tuntas kasus dana hibah DPRD Jatim. Semoga surat kami bisa direspon dengan baik oleh pimpinan KPK,” pungkasnya. (red)
Sumber Berita: GD
Editor: RDI
Info Penulis
BagikanPages: 1 2