TM Lebak – Maraknya pemasangan kabel jaringan internet berbasis wifi yang menempel di tiang-tiang listrik milik PLN di wilayah Kecamatan Cihara dan Bayah, Kabupaten Lebak, menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat maupun pemerhati publik.
Pasalnya, dugaan adanya penyalahgunaan nama Icon Plus anak usaha resmi PLN di bidang telekomunikasi muncul ke permukaan saat awak media mencoba mengkonfirmasi salahsatu teknisi penyedia layanan wifi srikandi.
Seorang teknisi lapangan yang ditemui wartawan menyebut bahwa jaringan yang mereka pasang sudah mengantongi izin resmi dari PLN.
“Jaringan kita milik PLN, yaitu Icon Plus, pasti sudah ada izin dari PLN,” ungkapnya kepada wartawan. Melalui sambungan telepon whatsapp, jumat (03/10).
Namun pernyataan itu justru bertolak belakang dengan keterangan resmi PLN. Sebelumnya, pihak PLN secara tegas menyampaikan bahwa tidak ada kerja sama sewa maupun izin pemasangan kabel antara PLN dengan penyedia layanan wifi di wilayah tersebut.
Di sisi lain, ketika dikonfirmasi, pemilik layanan wifi Srikandi berinisial AG seolah enggan memberikan keterangan dan terkesan melempar tanggung jawab.
“Langsung hubungi ini saja, Kang,” ujarnya singkat sambil memberikan nomor kontak lain, lalu enggan menjawab pertanyaan lebih lanjut.
Salah seorang aktivis Lebak, Cecep, menilai praktik ini harus menjadi perhatian serius PLN.
“Jangan hanya diam. PLN harus membuktikan ketegasannya. Kalau memang ilegal, segera tindak. Jangan biarkan publik bingung, karena jelas ini menimbulkan dugaan permainan pihak tertentu,” tegasnya.
Sumber lain yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa jaringan Srikandi memang menumpang di jalur tiang PLN dengan dalih menggunakan nama Icon Plus.
“Bukan Icon Plus, Kang. Cuma jalurnya saja yang dipakai oleh Srikandi, bukan perusahaan resmi PLN,” jelasnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan tajam media dan masyarakat. Pertanyaannya: ada apa di balik penggunaan nama Icon Plus oleh penyedia wifi Srikandi, dan mengapa PLN belum mengambil langkah hukum atau penertiban nyata di lapangan?.(Ben)