Hasil penelusuran awak media lewat LPSE guna bisa mengetahui Pagu dan Penyedia dari ketiga kegiatan pekerjaan drainase DPUPR Kabupaten Bogor yang mana didua lokasi tidak terpasang papan proyek pekerjaan. (Foto/TM)
TM Kab Bogor – Sikap diam seribu bahasa tanpa berkenan membalas pesan terhadap konfirmasi yang dilayangkan guna mendapat keberimbangan (cover booth side), kepastian dan keakuratan informasi untuk diteruskan kepada masyarakat, menjadi pilihan dari salah satu Pejabat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor.
Berharap dapat memberi tanggapan dan perhatian akan adanya dugaan pekerjaan tidak sesuai spek (dari hasil penelusuran dan pantauan dilokasi) pada tiga (3) proyek pekerjaan satuan kerja (Satker) DPUPR Kabupaten Bogor, namun, baik Kadis, Kabid Penyehatan Lingkungan, maupun Kasie diduga memilih untuk mengabaikan konfirmasi, baik mendatangi langsung kantor dinas, maupun melalui pesan whatsapp.

Prihal pekerjaan pada ketiga lokasi yang diketahui berbeda bendera dengan satu (1) nama pelaksana lapangan (hasil konfirmasi terhadap pekerja dan mandor-red) dalam tahap pekerjaan, pemilihan konfirmasi dengan mendatangi kantor dinas maupun melalui pesan whatsaap dinilai lebih effektif untuk bisa segera mendapat perhatian, daripada harus melalui bersurat resmi.
Selain menjadi kondisi yang cukup disayangkan, hal itu justeru mengindikasikan kurangnya pengakuan arti sosial control dari kegiatan jurnalistik yang dilakukan awak media, dengan tujuan untuk turut serta menjalankan check and balancing, maupun memastikan kesesuaian hasil dari proyek pekerjaan yang menggunakan uang negara tersebut.
