Beacukai saat menggelar kolaborasi edukatif bersama perguruan tinggi. (Foto/Hum)
Beliau menekankan pentingnya memahami budaya, komunikasi efektif, serta teknik negosiasi yang adaptif dalam menjalin kerjasama bisnis lintas negara. Materi kedua disampaikan oleh Anggri Sartika Wigna, S.T., M.T., yang mengulas topik finding buyers, strategi, dan teknik dalam menemukan calon pembeli di pasar internasional.
Sementara itu, di Semarang, Bea Cukai Tanjung Emas melaksanakan sosialisasi kepada mahasiswa Program Studi D3 Manajemen Perdagangan Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret, pada Senin (30/6). Kegiatan berlangsung di aula Kantor Bea Cukai Tanjung Emas dan diikuti oleh 68 mahasiswa beserta 7 dosen pendamping.
Para mahasiswa dibekali materi meliputi prosedur ekspor dan impor, pengelolaan dokumen manifest, kegiatan kepelabuhanan, hingga pengajuan dokumen secara daring (DO Online).
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapat gambaran nyata mengenai proses kepabeanan yang selama ini hanya mereka pelajari secara teori di bangku kuliah.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bea Cukai untuk membangun sinergi dengan instansi pendidikan.
“Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga membangun semangat dan kesiapan generasi muda untuk menjadi pelaku ekspor yang berdaya saing di kancah internasional,” pungkas Budi. (RDI/*)
Info Penulis
BagikanPages: 1 2