TM Lebak – Kondisi jalan di Kampung Cipunaga RT 004/003, Desa Cihara, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, kini memprihatinkan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer yang menjadi akses utama warga sudah mengalami kerusakan cukup parah. Rabat beton yang dibangun dengan Dana Desa pada 2015 lalu kini banyak yang retak dan berlubang, bahkan kerap menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan.
Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital karena menghubungkan permukiman warga dengan Jalan Nasional III Simpang Malingping–Bayah.
Tokoh masyarakat Kampung Cipunaga, Ustadz Muhammad Gozali, menuturkan warga sudah berulang kali menyampaikan aspirasi agar jalan segera diperbaiki.
“Ini jalan penghubung utama antar kampung. Kalau terus dibiarkan, selain menghambat aktivitas warga, juga bisa mengancam keselamatan pengguna jalan,” ungkap Ustadz Gozali yang juga pimpinan Ponpes Al Ma’arij, Selasa (19/8/2025).
Atas nama masyarakat Desa Cihara, ia berharap pemerintah kabupaten bisa mengalokasikan anggaran dari APBD untuk perbaikan. Pasalnya, ruas ini bukan hanya jalan lingkungan, tetapi jalur poros desa yang menghubungkan Desa Cihara dengan Desa Ciparahu. Di sepanjang jalur tersebut juga terdapat fasilitas pendidikan, mulai dari SMA, SMP, hingga pondok pesantren yang setiap hari dilewati pelajar, santri, dan warga untuk keperluan ekonomi.
Sekretaris Desa Cihara, Akhmad Yani, membenarkan kerusakan jalan tersebut. Ia menjelaskan, ruas jalan yang menuju perkampungan dan pesantren itu dibangun pada 2015 dan hingga kini belum tersentuh perbaikan karena keterbatasan Dana Desa.
“Untuk tahun 2025, penggunaan ADD kita prioritaskan pada perbaikan jalan di RT 02 Kampung Cipunaga sepanjang 300 meter yang menjadi akses menuju SMA, serta perbaikan di RW 03 Kampung Bempur Bandung sepanjang 100 meter. Anggaran harus dibagi merata agar semua wilayah kebagian,” jelas Akhmad Yani saat dihubungi via telepon, Selasa (19/8/2025).
Ia menambahkan, kondisi jalan di RT 04 yang mengarah ke pesantren memang cukup rawan karena melewati sawah dan jalur menanjak. “Mudah-mudahan bisa kita usulkan dalam perubahan anggaran atau masuk prioritas tahun 2026,” ujarnya.(Rusli)

